4 Perpustakaan Raksasa dalam Sejarah Islam, Koleksinya Bikin Takjub

7 hours ago 6

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

27 May 2026 18:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Peradaban Islam memandang perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, riset, hingga inovasi yang melahirkan berbagai penemuan besar dunia.

Beberapa perpustakaan bahkan memiliki koleksi hingga ratusan ribu buku, angka yang sangat besar untuk zamannya. Berikut deretan perpustakaan Islam dengan koleksi luar biasa tersebut:

1. Bait al-Hikmah: "Universitas" Pertama Dunia di Baghdad

Perpustakaan Bait al-Hikmah di Baghdad merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan terbesar dalam sejarah Islam. Perpustakaan ini berkembang menjadi perpustakaan negara sekaligus pusat riset dan akademi dari yang sebelumnya merupakan perpustakaan kerajaan.

Bait al-Hikmah menjadi pusat penerjemahan karya-karya asing, penelitian ilmiah, diskusi akademik, bahkan observatorium dan laboratorium. Dengan peran tersebut, Bait al-Hikmah kerap disebut sebagai versi awal dari universitas dan pusat penelitian.

Koleksinya berasal dari berbagai peradaban besar seperti Yunani, Persia, Arab, dan Syria. Banyak karya filsafat Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, menjadikannya pusat transfer ilmu global.

 Jumlah koleksinya diperkirakan mencapai 400.000 hingga 500.000 buku, mencakup berbagai disiplin seperti kedokteran, matematika, astronomi, hingga filsafat. Tokoh besar seperti Al-Kindi dan Al-Khwarizmi juga berkarya di tempat ini.

 Namun, kejayaan tersebut berakhir tragis saat Penaklukan Baghdad oleh Mongol 1258, ketika banyak koleksi dihancurkan dan dibuang ke Sungai Tigris.

 2. Cordoba Bangun "Rival" Baghdad di Barat

 Di wilayah Barat Islam, tepatnya di Cordoba (Spanyol), berdiri perpustakaan megah yang dibangun oleh Al-Hakam II pada abad ke-10.

 Perpustakaan ini awalnya bersifat pribadi milik keluarga kerajaan, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi perpustakaan besar negara. Dengan sistem manajemen modern dan perekrutan staf dalam jumlah besar, koleksinya berkembang pesat.

Jumlah buku yang dimiliki mencapai sekitar 400.000 volume, menjadikannya salah satu perpustakaan terbesar di dunia saat itu.

 Menariknya, perkembangan perpustakaan ini tidak lepas dari pengaruh Bait al-Hikmah di Baghdad. Bahkan, keduanya menjadi simbol "persaingan intelektual" antara dunia Islam Timur dan Barat.

3. Ibnu Kamil: Koleksi 10.000 Buku di Era Klasik

 Sebagai pusat ilmu pengetahuan pada masanya, Baghdad memiliki sekitar 35 perpustakaan besar selain Bait al-Hikmah. Beberapa di antaranya bahkan dikenal memiliki koleksi dalam jumlah fantastis, seperti perpustakaan Al-Waqidi yang disebut membutuhkan 120 unta untuk mengangkut bukunya, serta perpustakaan Al-Baiqani yang memerlukan 63 keranjang dan 2 koper.

 Di antara banyaknya perpustakaan tersebut, Perpustakaan Ibnu Kamil menonjol dengan koleksi yang mencapai sekitar 10.000 buku. Perpustakaan ini diduga bersifat pribadi dengan jumlah koleksinya tergolong sangat besar pada zamannya.

Keberadaan perpustakaan ini menunjukkan bahwa tradisi literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di tingkat negara, tetapi juga tumbuh kuat di kalangan individu.

 4. Perpustakaan Masjid Nabawi: Warisan Ilmu yang Masih Hidup

 Berbeda dengan perpustakaan klasik yang telah hilang, Perpustakaan Masjid Nabawi di Madinah masih eksis hingga saat ini.

 Perpustakaan ini memiliki lebih dari 172.548 buku, dilengkapi dengan ratusan lemari dan puluhan kategori ilmu. Tak hanya itu, koleksinya juga mencakup:

  1. Manuskrip langka Al-Qur'an

  2. Dokumen bersejarah

  3. Buku dalam berbagai bahasa (lebih dari 22 bahasa)

  4. Koleksi digital hingga ratusan ribu judul

 Perpustakaan ini juga mampu menampung ratusan pengunjung per jam dan dikunjungi lebih dari 700 ribu orang setiap tahun.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |