Ada Kereta Cepat Jakarta-Surabaya 3 Jam, AHY Ungkap Efek Dahsyatnya

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan akan fokus menyelesaikan persoalan hutang Kereta Cepat Indonesia - China terlebih dahulu, sebelum melanjutkan jalur kereta hingga Surabaya.

AHY menjelaskan proses ini dilakukan secara paralel dengan langkah awal restrukturisasi keuangan KCIC. Hal ini juga sudah dirapatkan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta stakeholder terkait.

"Mengapa ini penting? karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta - Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan bapak Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB (Kereta Cepat Jakarta - Bandung) tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik setelah itu kita kembangkan berikutnya," kata AHY, di Kantor Staf Kepresidenan, Selasa (11/3/2026).

AHY menjelaskan terkait perpanjangan jalur kereta cepat ini masih terus dikembangkan, bersama Kementerian Perhubungan dan KAI supaya bisa lebih efektif manfaatnya bagi masyarakat. Karena dengan jalur yang panjang membuat kecepatan kereta ini lebih optimal.

Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)Foto: Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)
Kereta Cepat Whoosh. (Dok. KCIC)

"Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek," kata AHY.

"Karena begitu puncak kecepatan, dia harus slow down lagi, harus mengurangi kecepatan karena persiapan berhenti di stasiun berikutnya," tambahnya.

Untuk itu menurut Ketua Umum Partai Demokrat ini, jalur kereta cepat perlu diperpanjang karena bisa menjadi lompatan atua game changer.

"Kalau bisa dikatakan, kalau Jakarta - Surabaya bisa ditempuh dalam kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru yang bisa kita hadirkan di sepanjang jalur tersebut," jelas AHY.

(emy/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |