Airlangga dan OJK Kompak Puji Jateng Berkat Dua Capaian Ini

12 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Otoritas Jasa keuangan (OJK) kompak memberikan pujian pada Jawa Tengah. Dua capaian kinerja Gubernur Ahmad Luthfi menjadi penyebabnya, yakni strategi program swasembada pangan dan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi di atas nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi menyebut Gubernur Ahmad Luthfi memiliki program swasembada pangan berdasarkan hasil pemetaan potensi daerah Jawa Tengah. Hal ini tidak mudah, karena ada dua langkah yang harus dilakukan lebih dahulu, yakni memetakan semua potensi daerah dan upaya menyusun program untuk menyukseskannya.

"Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) yang mendukung ketahanan pangan nasional," kata Frederica dikutip Senin (25/5/2026).

Capaian produksi padi di Jawa Tengah hingga April 2026 menunjukkan kinerja positif. Per Triwulan I 2026 produksi padi mencapai 4.696.422 ton atau sekitar 44,48% dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Poin plus lainnya adalah Jawa Tengah sebagai salah satu penghasil beras tertinggi dan menyokong pangan nasional.

Keberhasilan program swasembada pangan secara tidak langsung turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi di daerah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di level nasional. Targetnya adalah menjadikan negara Indonesia maju dengan pendapatan tinggi di 2045.

Sebagai catatan, pertumbuhan perekonomian di Jateng berada di atas angka nasional di Triwulan I 2026, yakni sebesar 5,89% berbanding 5,61%. Frederica menambahkan bahwa strategi yang dijalankan Gubernur Ahmad Luthfi adalah wujud komitmen memajukan wilayah sesuai dengan potensi yang dimiliki. Selanjutnya OJK juga mendorong sektor jasa keuangan ikut serta mendukung program yang telah dijalankan di daerah.

Sementara itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Jateng yang berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi di atas nasional.

"Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat)," ujarnya.

Sebagai informasi Gubernur Ahmad Luthfi ditunjuk OJK menjadi salah satu narasumber acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah dengan tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor".

Dalam paparannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan untuk mencapai swasembada pangan 2026 mesti ada upaya lebih jika dibandingkan 2025. Hal ini lantaran pada 2025 musim hujan di Jateng cukup lama, sementara di 2026 ini diprediksi bakal dilanda kemarau lebih panjang.

Untuk mengatasinya, ia telah memerintahkan OPD di Jateng guna mempersiapkan ketersediaan air untuk pertanian. Langkah kedua adalah menyiapkan petani milenial. Caranya, dengan melatih petani-petani muda melalui Program Kecamatan Berdaya. Langkah itu dilakukan dengan cara berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian.

Hal lain yang dipaparkannya adalah upaya Pemprov Jateng untuk mengangkat UMKM naik kelas melalui pelatihan, permodalan hingga pendampingan penjualan produk. Acara itu turut dihadiri Menteri Airlangga Hartarto, Wamenkeu Juda Agung, dan Ketua Komisi II DPR RI Mukhamad Misbakhun serta sejumlah kepala daerah di Indonesia.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |