Anggaran PU Dipotong Rp12 T, Menteri Dody Jamin Proyek Prioritas Aman

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemangkasan anggaran belanja Kementerian PU di 2026 tidak akan mempengaruhi pembangunan proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto, di mana pemangkasan ini dilakukan karena dampak dari ketegangan di Timur Tengah.

Dody mengatakan pemangkasan anggaran Kementerian PU untuk 2026 tidak akan mempengaruhi pembangunan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan penanganan bencana banjir bandang di Sumatra.

"Walaupun ada pemangkasan anggaran, kami pastikan pembangunan program prioritas Presiden tidak berubah, seperti yang berkaitan dengan swasembada pangan, air, energi, hingga konektivitas. Pembangunan rehabilitasi pasca bencana banjir di Sumatra juga tetap menjadi prioritas," kata Dody saat ditemui wartawan usai rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Nantinya, Dody akan memohon kepada Presiden Prabowo agar pembangunan yang langsung menyasar masyarakat tidak terdampak dari pemangkasan anggaran ini.

"Nanti kita akan mature ke Pak Presiden juga. Ini kira-kira manfaatnya banyak sekali kepada masyarakat, utamanya dalam kondisi seperti sekarang ini ekonomi lagi turun. Kita akan memohonkan kepada Pak Presiden," lanjutnya.

Dody menyebut, pemangkasan anggaran menyasar infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) yang sebelumnya dibintangi karena kriteria persiapannya belum terpenuhi.

"Memang sudah ada surat dari Menteri Keuangan untuk efisiensi anggaran. Cuman yang dipotong itu langsung yang infrastruktur berbasis masyarakat. Karena waktu itu kriteria persiapannya belum terpenuhi sehingga kemudian dibintang," jelasnya.

Ia menegaskan, proyek IBM dinilai langsung menyentuh kelompok masyarakat bawah. Oleh karena itu, pihaknya akan mencari berbagai skema agar program tetap berjalan, termasuk multi-years contract (MYC) untuk pekerjaan-pekerjaan proyek ringan atau kecil.

Seperti contohnya proyek Bendungan Cijurey di Jonggol, Kabupaten Bogor, yang manfaatnya sudah dapat menahan banjir di Karawang dan Bekasi, serta Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah yang dapat mendukung irigasi persawahan seluas 15.000 hectare.

"Namun, pekerjaan-pekerjaan yang berat kita percepat. Misalnya Bendungan Cijurey telah berhasil menahan banjir di Karawang, Bekasi, Tangerang, itu kita percepat. Berikutnya Bendungan Bener untuk 15.000 hektare mendukung swasembada pangan juga kita percepat," tegas Menteri Dody.

Dody juga masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait pos anggaran yang dapat disesuaikan. Pembahasan tersebut masih berlangsung hingga 15 April 2026.

"Yang infrastruktur berbasis masyarakat, insyaallah, sambil kita diskusi dengan Kementerian Keuangan apakah boleh misalnya jangan itu yang diambil, bisa diambil lainnya. Itu masih di tektokan sampai dengan 15 April," tutupnya.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |