AS Garap Nikel-LTJ RI, Bahlil: Bisa Kolaborasi dengan BUMN Tambang

11 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dapat berinvestasi dalam pengembangan mineral kritis di Indonesia, termasuk melalui skema kolaborasi dengan BUMN tambang nasional.

Menurut Bahlil sektor mineral kritis yang terbuka untuk investasi mencakup nikel, logam tanah jarang (LTJ), tembaga, hingga emas. Adapun, pemerintah bakal menawarkan peluang tersebut kepada perusahaan-perusahaan AS.

"Jadi sekarang kita tawarkan aja mana perusahaan-perusahaannya, kita tawarkan dengan baik dengan tetap menghargai aturan yang ada di dalam negeri," kata Bahlil dalam Konferensi Pers secara virtual dikutip Senin (23/2/2026).

Lebih lanjut, Bahlil membeberkan selain perusahaan AS dapat masuk secara mandiri untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi, mereka juga dapat berkolaborasi melalui skema joint venture (JV) dengan perusahaan yang sudah ada, termasuk BUMN.

"Bisa juga dengan kita melakukan kolaborasi dengan BUMN kita. Jadi bisa join bareng-bareng yang sudah ada, mereka juga bisa masuk untuk ikut join bareng-bareng. Yang penting mereka bisa melakukan investasi," ungkap Bahlil.

Sehingga, nantinya akan terdapat dua skema yang dapat ditempuh. Pertama, perusahaan dapat masuk secara mandiri atau bergabung melalui skema joint venture (JV) dengan perusahaan yang sudah ada.

"Yang kedua, begitu mereka sudah berproduksi, membangun industrinya, maka hak mereka untuk mengekspor ke Amerika. Itu kita berikan ruang, sama juga dengan negara-negara lain. Jadi equality treatment aja, nggak ada sesuatu yang yang baru," ujarnya.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |