Bank Syariah di Indonesia Bisa Kompetitif Asalkan Lakukan Hal Ini

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan industri keuangan syariah di tanah air bisa terus berkembang, asalkan mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Dia juga menyebut dengan inovasi, pelayanan yang prima, nisbah hingga biaya dana yang kompetitif, masyarakat pun akan tertarik pada layanan keuangan syariah.

"Yang penting kompetitif. Misalnya dibandingkan dengan luar negeri seperti apa, masalah perpajakan, menghilangkan double taxation, atau bagaimana yang penting kompetitif," ujar Anggito dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Selain pelayanan yang prima dan kompetitif, dia juga menilai pentingnya branding untuk menarik masyarakat. Apalagi di Indonesia menurutnya demand untuk keuangan syariah cukup tinggi karena ada aspek religius.

"Membranding yang baik supaya menarik. Pada akhirnya kalau bisa game changernya itu adalah services," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan pemerintah harus ikut turun tangan untuk membesarkan industri pemerintah harus turun tangan untuk membesarkan industri keuangan syariah.

Ini dibuktikan dengan kehadiran Bank Syariah Indonesia (BRIS) yang merupakan hasil merger dari BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah kini sudah menjadi bank dengan aset terbesar ke-6 di Indonesia.

Padahal saat tiga anak usaha bank BUMN itu masih berdiri sendiri-sendiri, bahkan tidak ada yang berhasil masuk ke dalam daftar 20 bank terbesar di Indonesia.

"Memang sizenya harus besar bank itu harus besar, modalnya harus kuat. Kalau dia butuh ekspansi dia butuh capital, kalau capital gak cukup gak mungkin. Contoh Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah tumbuh sekarang. Begitu merger tumbuhnya cepat," kata Anggito

Kehadiran BSI pun akhirnya ikut mendorong percepatan pertumbuhan pangsa pasar syariah di Indonesia menjadi 9%. Sebelum kehadiran BSI, pangsa pasar bank syariah di Tanah Air hanya sekitar 6%.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |