Belajar dari China, Driver Ojol Digaji UMR-Punya Batas Jam Kerja

5 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - China menerapkan aturan baru yang menambah lapisan perlindungan bagi pekerja platform digital atau diistilahkan 'gig worker'. Kategori ini mencakup driver online, kurir online, hingga host livestreaming. Dalam regulasi tersebut diatur mengenai gaji dan batas jam kerja.

Terkait gaji, Komite Sentral Partai Komunis China dan Dewan Negara mewajibkan gig worker memiliki penghasilan setidaknya upah minimum lokal atau di Indonesia dulunya diistilahkan UMR. Aturan juga mewajibkan platform memberikan tambahan upah yang wajar saat gig worker bekerja pada hari libur.

Perusahaan penyedia layanan perlu bernegosiasi dengan serikat atau perwakilan gig worker untuk menentukan waktu pengambilan pesanan maksimum berturut-turut dan maksimal jam kerja harian.

Selain itu, aplikasi harus menghentikan pengiriman pesanan baru jika batas tersebut sudah dicapai para pengemudi. Pemberitahuan mengingatkan pekerja untuk beristirahat juga dikirimkan, dikutip dari The Next Web, Selasa (28/4/2026).

Aturan tersebut mengatur pula mengenai pembuatan kontrak kerja ketika syarat untuk hubungan kerja terpenuhi. Jika tidak terpenuhi, maka pekerja harus menandatangani perjanjian tertulis untuk menentukan ketentuan.

Perusahaan diwajibkan pula meminta masukan pekerja saat merumuskan atau merevisi peraturan ketenagakerjaan.

Regulasi terbaru jadi terobosan mengingat sistem layanan online kerap memaksa pekerja untuk menggenjot produktivitas tanpa memprioritaskan prinsip kehati-hatian. Sebuah laporan dari majalah Renwu pada 2020 mengungkapkan soal cara kerja algoritma Meituan dan Ele.me mempersingkat waktu pengiriman.

Hal ini memaksa pengantar barang menerobos lampu lalu lintas, mengemudi dengan melawan arus, dan berlari menaiki tangga.

Untuk pembayaran, penyedia layanan menghitungnya berdasarkan rata-rata pesanan harian, ketepatan waktu, peringkat pelanggan dan keluhan.

Sistem yang dibangun itu jelas berpotensi membuat pengemudi atau kurir online celaka hingga meninggal saat bekerja. Catatan The Next Web menyebutkan paruh pertama 2027 di Shanghai terdapat satu pengantar barang terluka atau tewas tiap 2,5 hari.

Di Chengdu terdapat 10 ribu pelanggaran lalu lintas oleh pengantar barang selama tujuh bulan pertama tahun 2018 di Chengdu. Sementara kecelakaan tercatat 196 kali dan 155 cedera atau kematian.

Seorang pengantar makanan di Hangzhou dditemukan pingsan dan meninggal setelah 18 jam bekerja pada September 2024.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |