Berkat Ledakan AI, Kapitalisasi Pasar Samsung Tembus US$1 Triliun

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics resmi menyentuh valuasi pasar di atas US$1 triliun atau sekitar Rp 17.380 triliun. Pencapaian ini didorong reli saham perseroan yang terus melesat seiring tingginya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pada perdagangan Rabu, (5/5/2026), melansir The Wall Street Journal, saham Samsung melonjak 13% pada awal sesi perdagangan. Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mencapai 1.530 triliun won atau setara US$1,04 triliun.

Dengan capaian tersebut, Samsung menjadi perusahaan Asia kedua yang memiliki valuasi di atas US$1 triliun setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Saham produsen chip memori terbesar dunia itu sendiri telah melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Minat investor terhadap sektor teknologi terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sentimen positif terhadap Samsung juga diperkuat oleh kinerja keuangan kuartal I-2026 yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Samsung melaporkan pendapatan, laba bersih, dan laba operasional tertinggi yang pernah dicapai perusahaan. Divisi semikonduktor menjadi motor utama pertumbuhan dengan mencetak laba operasional rekor dan menyumbang lebih dari 90% total laba perusahaan pada kuartal tersebut.

Permintaan chip diperkirakan masih akan tetap kuat dalam waktu dekat. Samsung bahkan menyebut kapasitas produksinya untuk tahun ini telah habis terjual sepenuhnya.

Perseroan diproyeksikan terus menikmati keuntungan dari pasokan chip memori yang ketat serta harga jual yang tinggi. Hal ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur AI global yang terus meluas.

Samsung juga memperkirakan pendapatan dari produk high-bandwidth memory (HBM), komponen penting dalam chip AI, akan melonjak lebih dari tiga kali lipat tahun ini. Produk HBM4 yang baru diluncurkan diperkirakan akan menyumbang lebih dari separuh total pendapatan HBM perusahaan.

Analis Nomura menilai produsen chip kini bergerak menuju pertumbuhan yang lebih struktural atau secular growth. Pergeseran ini dinilai mengurangi pola bisnis yang sebelumnya sangat siklikal.

Menurut Nomura, kontrak pasokan jangka panjang akan membantu menurunkan risk premium pada saham Samsung. Hal ini diharapkan dapat secara bertahap mengurangi diskon valuasi yang selama ini melekat pada harga saham perusahaan.

Reli saham Samsung turut mengangkat indeks acuan Korea Selatan, Kospi, sekitar 7%. Indeks tersebut bahkan menembus level 7.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |