Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Fed Fund Rate atau FFR masih akan bertahan di kisaran 3,5%-3,75% hingga akhir tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bank sentral melihat The Federal Reserve (The Fed) baru akan menurunkan FFR pada akhir tahun ini. Perkiraan ini sejalan dengan sinyal yang diberikan The Fed dalam pertemuannya terakhir Maret lalu.
"Penurunan Fed Fund Rate mundur atau bertahan hingga akhir 2026," ujar Perry, dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/4/2026).
Hal ini, menurut Perry, sejalan dengan kenaikan inflasi global dari 4,1% menjadi 4,2% yang turut dirasakan di Amerika Serikat (AS). Kondisi ini mempersempit ruang pelonggarna moneter.
Di sisi lain, yield suku bunga AS meningkat akibat defisit fiskal terkait dengan pendanaan militer. Kondisi ini semakin mendorong aliran modal ke safe haven, termasuk dolar AS.
Oleh karena itu, indeks dolar AS, DXY Index, terus menguat sedangkan mata uang emerging market tertekan, termasuk rupiah.
Hingga Maret 2026, Federal Reserve (Fed) mempertahankan suku bunga, meskipun masih memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2026. Kendati demikian, pemerintah AS tetap memberikan tekanan politis untuk menurunkan suku bunga guna mengurangi biaya pinjaman utang di tengah kondisi fiskal yang ketat.
(haa/haa)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456364/original/038814500_1766846753-IMG_2860_1_.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453178/original/041008400_1766471603-IMG_2704_1_.jpeg)
