Cara Ampuh Simpan Daging Kurban Awet Berbulan-bulan, Ini Tipsnya

7 hours ago 15

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari Raya Iduladha adalah momentum untuk menikmati aneka ragam masakan daging. Kerap kali daging langsung diolah, tapi sebagian disimpan sebagai stok.

Namun demikian, cara menyimpan daging kurban juga perlu diperhatikan. Mhd. Aldrian, sarjana gizi asal Universitas Andalas, memberikan tips yang aman mengenai penyimpanan daging kurban.

Mengutip detikhealth, daging kurban yang ditangani dengan tepat tak hanya membantu menjaga kualitas dan kesegarannya, tetapi juga mengurangi risiko pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.

Menurut Aldrian, ada delapan langkah menyimpan daging kurban yang benar agar tetap aman dan tahan lebih lama. Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari detikhealth

1. Jangan Biarkan Kelamaan di Suhu Ruang

Setelah menerima daging kurban, banyak yang justru membiarkannya terlalu lama di meja dapur. Ada yang sibuk membagi porsi, ada juga yang menunda menyimpan karena masih ingin belanja bumbu atau menunggu waktu memasak.

Padahal, semakin lama daging berada di suhu ruang, semakin besar peluang bakteri berkembang biak. Idealnya, daging kurban segera ditangani dan tidak didiamkan terlalu lama di suhu ruang lebih dari 2 jam setelah diterima.

2. Pisahkan Daging dan Jeroan

Cara distribusi daging juga ikut memengaruhi kebersihan dan keamanannya. Sebaiknya, daging dan jeroan dipisahkan agar tidak saling mencemari. Bahkan jeroan merah dan jeroan hijau dianjurkan menggunakan wadah berbeda.

Jeroan hijau seperti usus dan babat memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh. Ira Firgorita, dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis, 21 Mei 2026 menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.

3. Hanya Perlu Dikeringkan dengan Tisu Dapur

Masih banyak orang langsung mencuci seluruh daging kurban begitu sampai di rumah. Padahal, tidak semua daging perlu dicuci terlebih dahulu. Menurut drh. Ira, daging yang diterima dalam kondisi bersih dan kering sebenarnya tidak perlu dicuci lagi sebelum disimpan.

Berbeda bila daging terlihat terkena tanah, rumput, bulu hewan, atau tercampur isi jeroan. Kondisi seperti itu memang perlu dibersihkan menggunakan air mengalir.

Setelah dibersihkan, daging harus ditiriskan lalu dikeringkan menggunakan tisu dapur agar kelembapannya berkurang. Kondisi yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri selama penyimpanan.

4. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Menyentuh Daging Kurban

Kebersihan tangan juga sering terlupakan saat mengolah daging kurban. Padahal tangan menjadi salah satu media paling mudah untuk memindahkan bakteri ke makanan lain, peralatan dapur, hingga permukaan kulkas.

Sebelum dan sesudah memegang daging mentah, tangan sebaiknya dicuci menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang, terutama bila di dapur juga ada makanan matang atau sayuran segar.

Selain tangan, talenan dan pisau untuk daging mentah juga sebaiknya dipisahkan dari alat yang digunakan untuk makanan matang.

5. Gunakan Wadah yang Bersih dan Food Grade

Cara penyimpanan juga menentukan kualitas daging selama berada di kulkas atau freezer. Daging sebaiknya disimpan dalam wadah bersih yang tertutup rapat untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri dari bahan makanan lain.

Pilih wadah berbahan food grade karena dirancang aman untuk kontak langsung dengan makanan. Wadah jenis ini umumnya tidak mudah melepaskan zat kimia berbahaya selama proses penyimpanan.

Selain menjaga kualitas daging tetap baik, wadah tertutup juga membantu mencegah cairan daging menetes dan mencemari bahan makanan lain di dalam kulkas.

6. Pisahkan Daging Sesuai Porsi Sekali Masak

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM Retno Anggrina Khalistha Dewi mengingatkan daging kurban sebaiknya langsung dibagi dalam porsi kecil sebelum disimpan di freezer.

Menurutnya, masih banyak orang menyimpan daging dalam satu bongkahan besar. Akibatnya, saat akan dimasak, seluruh daging harus dicairkan atau dipotong terlebih dahulu sehingga meningkatkan risiko kontaminasi baru.

"Pastikan ketika kita mau simpan, disimpan dalam porsi sekali masak sesuai kebutuhan. Jangan kita simpannya masih gelondongan, begitu mau masak harus di-thawing dulu atau harus dipotong. Nah ini malah justru akan menimbulkan risiko kontaminasi baru," ujarnya.

Karena itu, daging lebih aman disimpan dalam porsi sekali masak agar lebih praktis diambil tanpa perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.

7. Beri Label agar Tidak Lupa Urutan Penyimpanan

Freezer yang penuh daging sering membuat orang lupa mana stok lama dan mana yang baru disimpan. Akibatnya, daging yang lebih dulu masuk justru tertinggal terlalu lama di bagian belakang freezer.

Karena itu, setiap wadah atau plastik daging sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan. Cara ini membantu menerapkan prinsip FIFO atau First in First out, yaitu stok yang disimpan lebih dulu sebaiknya digunakan lebih dulu.

Prinsip FIFO membantu menjaga kualitas daging tetap baik sekaligus mengurangi risiko bahan makanan tersimpan terlalu lama tanpa disadari.

8. Perhatikan Suhu Penyimpanan

Suhu penyimpanan menjadi faktor penting untuk memperlambat pertumbuhan bakteri pada daging segar.

Untuk konsumsi dalam satu sampai dua hari, daging dapat disimpan di chiller dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius dinilai lebih aman dan dapat mempertahankan kualitas daging hingga beberapa bulan.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |