Jakarta, CNBC Indonesia - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan capaian laba bersih kuartalan pertamanya dalam sejarah pada paparan kinerja kuartal I 2026. GOTO juga melaporkan perkembangan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan tersebut on-track untuk capai target setahun penuh.
Pada periode pelaporan Januari-Maret 2026, GOTO mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik dari posisi rugi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp367 miliar.
GOTO juga melaporkan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal I 2026 sebesar Rp907 miliar dan on-track untuk mencapai pedoman kinerja setahun penuh EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2-3,4 triliun.
"Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha," kata Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, Selasa 28 April 2029.
Hans menambahkan, GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver," ujarnya.
GOTO berhasil meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar 22% menjadi 69 juta.
Pendapatan bersih juga tumbuh 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65% menjadi Rp138 triliun, dan total GTV naik menjadi Rp236 triliun, meningkat 63%. GOTO juga mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun.
Dari unit bisnis Financial Technology (Fintech), EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp364 miliar pada kuartal pertama tahun ini, meningkat 674% dari tahun sebelumnya. Pendapatan bersih tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun, didukung oleh peningkatan nilai buku pinjaman dan pertumbuhan yang stabil transaksi pembayaran.
Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) Fintech meningkat sebesar 33% menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada Kuartal 1 2026, naik 84%. GTV inti Fintech tumbuh 72% menjadi Rp131 triliun. Bisnis Pembayaran terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman, yang mencapai Rp9,9 triliun, meningkat 59%.
Beralih ke unit bisnis On-demand Services (ODS), EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp439 miliar atau meningkat 40% dari tahun sebelumnya dan menandai perbaikan selama 7 kuartal beruntun. GTV ODS tercatat mencapai lebih dari Rp16 triliun pada kuartal pertama.
Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, GOTO mencatatkan saldo kas yang terdiri dari kas dan setara kas serta deposito jangka pendek sebesar Rp23 triliun. Total aset mencapai Rp46,8 triliun dan ekuitas sebesar Rp28,8 triliun.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
