Central Banking Forum Siap Kupas Jurus RI Hadapi Ketidakpastian Global

6 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Volatilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor krusial yang mempengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global, meningkatnya tensi geopolitik, serta dinamika arus perdagangan dan investasi internasional telah mendorong pergerakan mata uang global yang semakin fluktuatif.

Upaya menjaga stabilitas nilai tukar menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempertahankan kepercayaan dan menjaga persepsi positif pasar. Dalam hal ini, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter di Indonesia merespons tantangan global tersebut dengan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Untuk membahas lebih jauh, CNBC Indonesia bersama Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Acara akan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta.

Central Banking Forum 2026 menghadirkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti yang akan menyampaikan keynote speech dan memaparkan situasi global terkini, di mana ketidakpastian global dari sisi geopolitik meningkat dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain itu, Destry Damayanti juga akan menjelaskan perkembangan nilai tukar rupiah saat ini, termasuk perbandingan pergerakan rupiah ketika terjadinya krisis 1998 dan pandemi covid 2020, serta seberapa besar tekanan yang diterima dari global. Terakhir, menyampaikan outlook perekonomian ke depan, termasuk nilai tukar rupiah serta hal-hal yang perlu diwaspadai oleh Indonesia.

Central Banking Forum 2026 juga menampilkan panel diskusi yang dihadiri oleh perwakilan regulator, pemerintah, perbankan dan lembaga riset

Pertama, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea dengan pembahasan seputar strategi utama BI dalam menjaga Rupiah tetap stabil dan outlook rupiah di tengah ketidakpastian global.

Kedua, Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi DJSEF Kementerian Keuangan Noor Faisal Achmad yang akan membahas strategi Kementerian Keuangan dalam menjaga APBN agar tetap aman di tengah volatilitas nilai tukar global. Lalu Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk David Sumual dengan pembahasan seputar posisi nilai tukar rupiah saat ini, langkah perbankan dalam menghadapi ketidakpastian global, serta reformasi struktural sektor keuangan.

Selanjutnya, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal yang akan menyampaikan perbandingan nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi 1998 dan 2020, dampak pelemahan nilai tukar terhadap perekonomian nasional, dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh BI.

Forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis serta memperkaya perspektif dalam merespons dinamika ekonomi global ke depan.

Central Banking Forum 2026 juga akan disiarkan di CNBC Indonesia TV, cnbcindonesia.com, Social Media CNBC Indonesia, pada Selasa, 14 April 2026 pukul 12.00 - 14.00 WIB. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |