Dating App Makin Ditinggalkan, Mak Comblang Jadi Alternatif Cari Jodoh

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Lelah swipe kanan dan kiri di aplikasi kencan tapi hasilnya nihil? Mungkin sudah saatnya kembali ke cara lama yang terasa lebih manusiawi, yaitu the power of mak comblang.

Di era aplikasi seperti Tinder, Bumble, Hinge, Coffe Meet Bagles, Muzz hingga Raya, pilihan mencari pasangan memang makin luas. Namun, banyak orang mulai merasa jenuh. Obrolan pembuka yang itu-itu saja, profil yang terasa repetitif, hingga kesan hubungan yang terlalu transaksional membuat sebagian orang ingin bertemu pasangan secara lebih organik.

Fenomena ini bahkan tercermin di layar kaca. Film Materialists produksi A24 dan serial Indian Matchmaking di Netflix menunjukkan meningkatnya minat pada pendekatan tradisional dalam mencari pasangan.

Alih-alih mengandalkan algoritma, sebagian orang kini memilih bantuan manusia, termasuk teman atau sahabat sendiri, untuk menjadi Cupid atau mak comblang dadakan.

Melansir Vogue, Selasa (24/2/2026), menurut seorang mak comblang profesional yang dikenal lewat akun TikTok One Percent Better, pendekatan ini menuntut kejujuran pada diri sendiri. Sebelum teman-teman mulai menyusun daftar kandidat, penting untuk memahami apa yang benar-benar dicari.

Ekspektasi tentu boleh tinggi, tetapi tetap perlu realistis. Ketimbang berpegang pada daftar panjang kriteria fisik atau status, lebih baik fokus pada nilai dan visi hidup yang sejalan. Apa yang tidak bisa ditawar? Dan mana yang sebenarnya hanya preferensi estetika?

Dalam hubungan, kompromi adalah bagian dari proses. Mengetahui batas utama jauh lebih penting daripada mempertahankan lima syarat sekaligus.

Melampaui "Tipe"

Pertanyaan klasik "apa tipe kamu?" sering kali menyesatkan. Tinggi badan, pekerjaan, atau zodiak tidak selalu mencerminkan kemampuan seseorang dalam menghadapi konflik, membangun komunikasi, atau komitmen jangka panjang.

Yang lebih relevan adalah pertanyaan mendasar, seperti apa bentuk kemitraan yang diinginkan? Apakah ingin punya anak? Di mana ingin tinggal? Bagaimana memandang keluarga dan keyakinan? Mak comblang yang baik akan menggali hal-hal tersebut sebelum mempertemukan dua orang.

Pastikan Sama-Sama Siap

Satu hal krusial yaitu kedua pihak harus benar-benar terbuka untuk dikenalkan. Jika salah satu hanya setengah hati, prosesnya berisiko kandas di tengah jalan.

Selain itu, penting memahami pola hubungan sebelumnya. Apakah sering tertarik pada pasangan yang tidak tersedia secara emosional? Apakah ada masalah komunikasi yang berulang? Mengenali pola lama bisa mencegah kesalahan yang sama terulang.

Jangan Terjebak Kesamaan Dangkal

Kesalahan umum mak comblang amatir adalah menjodohkan berdasarkan kesamaan permukaan. Sama-sama suka kopi, kerja di industri teknologi, atau hobi hiking belum tentu berarti cocok secara nilai.

Kecocokan sejati lebih banyak terlihat dari cara dua orang menunjukkan perhatian, menyelesaikan perbedaan, dan saling mendukung tanpa menghitung-hitung siapa memberi lebih dulu.

Waspadai Red Flag

Antusiasme menjodohkan teman kadang membuat tanda bahaya diabaikan. Sikap tidak mau mendengar, sering memotong pembicaraan, atau gagal menunjukkan rasa ingin tahu bisa menjadi sinyal karakter yang perlu diperhatikan.

Begitu juga dengan candaan merendahkan atau komentar bernada meremehkan. Daya tarik memang penting, tetapi karakter jauh lebih menentukan keberlanjutan hubungan.

Bukan Lagi Soal Algoritma, tapi Kepedulian

Pada akhirnya, hubungan yang kuat bukan ditentukan oleh kesamaan hobi atau foto yang serasi di media sosial. Fondasinya adalah kepedulian timbal balik.

Pasangan yang sehat biasanya terdiri dari dua orang yang sungguh peduli pada kebahagiaan satu sama lain dan berusaha saling melengkapi, bukan sekadar menghitung kontribusi.

Jadi, bisa jadi jodoh tidak tersembunyi di balik layar ponsel, melainkan hanya satu perkenalan dari lingkaran pertemanan. Kadang, cara paling modern untuk menemukan cinta justru dengan kembali ke pendekatan paling sederhana, yaitu biarkan teman turun tangan!

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |