Dimusnahkan di Jakarta, Ikan Sapu-Sapu Makanan Sehari-hari di Brasil

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan sapu-sapu yang tengah jadi pembicaraan belakangan ini bukanlah ikan asli Indonesia. Melainkan berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan, dan sering dikonsumsi oleh masyarakat di tepi sungai.

Masyarakat setempat memang kerap mengonsumsi ikan dalam kesehariannya. Berdasarkan catatan Phys.org, jumlah hariannya mencapai 462 gram ikan per orang per hari atau hampir 20 kali lipat rata-rata nasional di Brasil.

Di Amazon, ikan sapu-sapu atau Acari juga jadi bagian rantai makanan yang juga dikonsumsi manusia. Selain itu juga ada Aracu, Pirancha, Pirarucu, Caparari, dan Tucunare.

Namun menurut sebuah penelitian, konsumsi ikan di Sungai Amazon berbahaya. Sebab ikan di dalamnya telah mengandung logam berat.

Studi yang diterbitkan di ACS Omega mengukur konsentrasi pada empat unsur yang beracun yakni arsenik, kadmium, merkuri dan timbal pada enam spesies tersebut. Semua ikan tersebut terbukti mengandung unsur berbahaya tersebut.

Acari bersama dengan Pirarucu juga disebut menunjukkan nilai tertinggi pada arsenik yang bisa berisiko kanker. Angkanya menunjukkan 25% sampel melebihi batas risiko yang diterima secara internasional.

Kontaminasi di Sungai Amazon terjadi dari berbagai daerah. Misalnya penambangan emas ilegal dan penggunaan alat berat yang melepaskan merkuri ke cekungan Sungai Tapajos.

Begitu juga penambangan bauksit di Porto Trombetas dan Juruti yang menghasilkan lumpur merah, ini adalah limbah alkali kaya arsenik, kadmium dan timbal.

Merkuri alami juga terbentuk dari deforestasi akibat peningkatan budidaya kedelai selama 23 tahun. Kandungan merkuri itu berasal dari tanah Amazon menuju sungai, yang pada akhirnya menetap pada ikan-ikan yang ada di dalamnya.

Lalu bagaimana di Indonesia?

Sama seperti di Amazon, risikonya akan lebih tinggi saat ikan berasal dari perairan tercemar. Apalagi mengingat ikan sapu-sapu tinggal di perairan air yang memiliki kadar oksigen rendah dan tercemar di Indonesia.

Mengutip Detik.com, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok mengungkapkan kadar logam pada ikan sapu-sapu berlebihan. Dia juga mengatakan belum ada kajian resmi ikan aman dikonsumsi atau menjadi pakan ternak.

"Untuk dimanfaatkan belum bisa, sebelum ada kajian resmi yang menyatakan bahwa ikan tersebut aman untuk dikonsumsi atau dijadikan pakan ternak. Karena residu logam berat di atas ambang batas," ujar Hasudungan.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |