Dunia Khawatir AS-Iran Perang, Harga Minyak Terus Melambung

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Selasa pagi (25/2/2026). Pasar masih menimbang perkembangan geopolitik global serta arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Berdasarkan Refinitiv, harga minyak Brent pada penutupan Senin (24/2/2026) berada di US$71,82 per barel, naik dari posisi US$71,49 per barel pada perdagangan sebelumnya. Sementara minyak mentah WTI ditutup di US$66,63 per barel, menguat tipis dibandingkan US$66,31 per barel pada 23 Februari.

Melansir Reuters, penguatan harga minyak terjadi setelah pasar mencermati perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali dijadwalkan berlangsung pekan ini. Negosiasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mempengaruhi pasokan minyak global.

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi. Kekhawatiran terhadap risiko konflik membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Di sisi lain, arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan minyak. Rencana kebijakan tarif baru meningkatkan ketidakpastian prospek perdagangan global dan permintaan energi.

Secara teknikal, harga minyak saat ini bergerak di area tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Jika sentimen geopolitik tetap kuat, harga minyak berpotensi bertahan di level tinggi dalam jangka pendek. Sebaliknya, meredanya ketegangan dapat memicu koreksi harga.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |