Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan gas bumi, seperti misalnya PT MedcoEnergi untuk mengalihkan jatah ekspor minyaknya ke kilang di dalam negeri. Hal itu sebagai upaya pengamanan pasokan minyak domestik di tengah gejolak geopolitik dunia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya merealisasikan pengamanan pasokan minyak untuk domestik. Pemerintah mengaktifkan klausul khusus di dalam kontrak perusahaan untuk menunda jadwal pengiriman minyak mentah ke pasar luar negeri.
"Medco tinggal nunggu surat dari bapak menteri (Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia). Saya sebenarnya sudah kirim surat bahwa kontrak ekspornya dia kita apa di dalam klausul kontraknya Medco dengan pembeli luar itu apabila pemerintah membutuhkan maka ini bisa ditunda pengiriman tahun berikutnya," ujar Djoko saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (8/4/2026).
Upaya tersebut dilakukan melalui proses negosiasi bisnis, mengingat pemerintah tidak mengeluarkan larangan ekspor secara resmi pada tahun ini.
Perihal mekanisme harga jual minyak mentah untuk kilang domestik, Djoko menyebutkan bahwa pihak Medco meminta penyesuaian harga yang adil agar transaksi tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
"Negosiasi. Medco minta no gain no loss artinya ketika dia harga di kontraknya berapa misalnya ICP plus 1-2 dolar ya Pertamina juga 1-2 dolar," jelasnya.
Skema pembelian minyak dari pasokan domestik dinilai jauh lebih efisien dan menguntungkan bagi Pertamina dibandingkan harus mencari pasokan dari luar. Mengingat, harga minyak mentah di pasar global sedang melonjak tajam akibat eskalasi geopolitik global.
Berkat upaya negosiasi dan pengalihan pasokan dari berbagai kontraktor migas, angka penyerapan produksi minyak mentah nasional ke kilang domestik kini melonjak. Pemerintah mencatat hampir seluruh pasokan atau lifting minyak RI saat ini diutamakan untuk diolah secara mandiri di dalam negeri.
"Membaik dong, membaik. 98,2% (serapan minyak domestik ke kilang) kalau nggak salah," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)