Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang masih berlangsung menciptakan dampak lonjakan harga minyak. Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga minyak dapat mencapai hampir US$120 per barel di akhir tahun ini jika perang tak berkesudahan.
Potensi kenaikan harga tersebut karena memudarnya harapan lanjutan damai antara AS dan Iran yang membuat pengiriman dari Teluk terus terhenti lebih lama.
Analis komoditas bank tersebut menaikkan proyeksi mereka l dan kini memperkirakan bahwa, dalam skenario dasar mereka, minyak mentah Brent akan diperdagangkan rata-rata US$90 per barel pada tiga bulan terakhir tahun ini. Harga tersebut naik dari proyeksi sebelumnya yang sebesar US$80.
Goldman Sachs menambahkan, jika ekspor tidak kembali ke tingkat normal hingga akhir Juli dan jika terjadi penurunan berkelanjutan pada kapasitas produksi di Teluk sebesar 2,5 juta barel per hari, maka harga minyak bisa mencapai rata-rata hampir $120 pada kuartal keempat.
Goldman kini memperkirakan minyak AS, West Texas Intermediate, akan diperdagangkan sekitar US$83 per barel pada kuartal terakhir tahun ini dalam skenario dasarnya. Angka tersebut naik dari perkiraan sebelumnya yang sebesar US$75.
Minyak mentah Brent juga naik hingga US$109,32 sejak awal pekan ini. Harga tersebut menjadi level tertinggi sejak sebelum kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata bulan di ini. Padahal, angka itu sudah l naik 2,9% di $108,33, setelah harapan
terjadinya pembicaraan damai lebih lanjut memudar. WTI naik 1,9% menjadi $96,16.
Seperti diketahui, AS sebelumnya berencana mengirim delegasi ke Islamabad untuk pembicaraan damai, namun rencana tersebut dibatalkan oleh Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, dengan alasan terlalu banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan.
Menteri Luar Negeri Iran telah meninggalkan Pakistan beberapa jam sebelumnya. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz masih nyaris terhenti hampir dua bulan sejak perang dimulai.
Satu kapal tanker gas cair melintasi selat tersebut pada Senin pagi bersama dua kapal kargo yang menuju Oman dan satu ke India, namun lalu lintas melalui titik krusial yang biasanya ramai itu tetap sangat dibatasi.
Harga minyak telah melonjak lebih dari 20% sejak 17 April 2026 seiring dengan mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran
serta penerapan blokade laut oleh Washington di Selat Hormuz.
Beberapa kali pada bulan Maret, harga minyak Brent sempat mendekati $120 per barel, meskipun setiap kali itu pun segera turun kembali.
"Harga tetap di bawah puncak akhir Maret, kemungkinan karena ekspektasi pasar akan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mengurangi premi risiko dan menyebabkan pengurangan stok," tulis analis Goldman, mengutip Financial Times, Selasa (28/4/2026).
Sementara kontrak berjangka Brent dalam jangka panjang menunjukkan pasar masih mengharapkan harga minyak turun, seperti kontrak berjangka di Desember 2025 yang diperdagangkan sekitar US$85,80 per barel.
Goldman mencatat akan ada "bekas luka" jangka panjang pada kapasitas produksi Teluk sebesar sekitar 500.000 barel per hari, terutama akibat kerugian di Irak.
Imbas peran juga menghantam pasar saham global yang mengalami kenaikan meskipun harga minyak baru-baru ini naik, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat berkat laporan laba perusahaan yang kuat.
Analis Goldman juga memperingatkan bahwa dampak ekonomi dari kenaikan harga energi akan lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh harga minyak secara umum, karena risiko kelangkaan produk dan skala guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bank tersebut juga menyoroti risiko pembatasan ekspor minyak AS, yang dapat semakin memperluas selisih harga antara Brent dan minyak AS.
Sementara Bank Wall Street, Morgan Stanley memperkirakan aliran minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal pada akhir
Mei 2026. Mereka memperkirakan harga Brent sebesar US$110 per barel pada kuartal kedua, yang perlahan turun menuju US$80 per barel pada 2027.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)
