Harga Batu Bara Naik Lagi, Ikut Terbakar Minyak

12 hours ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara menanjak setelah sempat ambruk. Kenaikan ini ditopang oleh kembali melesatnya harga energi dunia.

Merujuk Refintiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (2/4/2024) ditutup di posisi uS$ 139,3 per ton atau naik tipis 0,14%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelh harganya ambruk 6,6% dalam dua hari sebelumnya.

Lonjakan harga batu bara terjadi seiring dengan kembali melesatnya harga energi.
Harga minyak mentah brent pada perdagangan Kamis (2/4/204) ditutup di posisi US$ 109,28 per barel atau terbang 8,03%. Sementara itu, Harga gas Eropa melesat 2,5%.

Batu bara adalah komoditas substitus bagi minyak dan gas sehingga harganya saling melengkapi.

Seperti diketahui, aliran perdagangan minyak bumi hingga LNG terganggu setelah Iran menutup Selat Hormuz.

Bloomberg Intelligence memperkirakan, jika gangguan LNG berlanjut, tambahan permintaan batubara termal global bisa mencapai 40-60 juta ton. Angka ini setara dengan sekitar 4-6% dari total perdagangan global, cukup signifikan untuk mengerek harga.

Meski secara ekonomi masuk akal, peralihan dari gas ke batubara tidak terjadi secara cepat.

Di Eropa, kapasitas switching telah menyusut akibat penutupan PLTU serta meningkatnya porsi energi terbarukan.

Proses switching berlangsung bertahap dalam hitungan minggu, bukan secara instan. Meski demikian, tanda-tanda peningkatan konsumsi batubara sudah mulai terlihat di Jepang dan Eropa.

Kenaikan harga bara juga ditopang kabar dari China. Sxcoal melaporkan China tengah memperbaiki Daqin Railway.

Ini adalah jalur kereta utama pengangkut batu bara di China yang menghubungkan Datong (basis tambang batu bara di Shanxi) dan pelabuhan Qinhuangdao (hub ekspor batubara utama). Jalur ini sangat krusial untuk distribusi batu bara domestik China.

Perawatan sudah dimulai sejak 1 April 2026 dan durasi perawatan diperkirakan memakan waktu satu bulan.

Perawatan ini tentu akan berdampak ke volume angkutan batu bara. Kapasitas angkut batu bara turun signifikan karena isa mencapai 1,2-1,3 juta ton per hari dalam kondisi normal.

Untuk China dampak langsungnya adalah pasokan batu bara ke pasar akan berkurang sehingga harga bisa naik.

Namun, dampaknya mungkin akan tertahan karena masih terbatasnya permintaan listrik di China.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |