Jakarta, CNBC Indonesia - Harga nikel global naik ke level intraday tertinggi dalam hampir dua tahun karena pemangkasan kuota penambangan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di di sejumlah emiten tambang nikel utama di Indonesia. Selain itu, kekurangan sulfur global yang digunakan dalam pemurnian ikut memperketat prospek pasokan logam baterai tersebut.
Kementerian ESDM diproyeksi bakal memangkas target produksi nikel menjadi sekitar 250-260 juta ton pada tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan RKAB 2025 yakni sebesar 379 juta ton.
Mengutip data Trading Economics, harga nikel berjangka diperdagangkan di atas US$ 19.200 karena gangguan pasokan dan pengetatan ketersediaan bahan baku memperkuat momentum bullish di pasar. Harga nikel hari ini menjadi $19.350 per ton, tertinggi sejak Juni 2024.
Kontrak berjangka di London Metal Exchange telah naik sekitar 10% sejak dimulainya perang Iran, yang mendorong lonjakan harga sulfur dan memicu kekhawatiran atas gangguan terhadap penambangan global, termasuk produksi endapan hidroksida campuran di Indonesia dan pelindian tembaga di Afrika.
Sementara itu harga logam dasar (base metal) lainnya bervariasi, karena para pedagang menilai peluang berakhirnya perang setelah Iran menawarkan kesepakatan kepada AS untuk membuka kembali selat tetapi menunda pembicaraan nuklir, dan Iran telah menawarkan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Tambang Nikel Weda Bay milik Eramet akan menghentikan produksi pada bulan Mei karena pemotongan kuota di Indonesia, dan sudah berada di bawah tekanan setelah negara tersebut memangkas kuota produksinya untuk mengerek kembali harga logam industri tersebut.
Awal bulan ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga saat ini sudah menyetujui produksi bijih nikel pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebesar 190-200 juta ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, tahap evaluasi dokumen dari para pelaku usaha sudah berada di fase akhir. Pihaknya juga terus mendorong perusahaan yang masih memiliki kekurangan dokumen administrasi untuk segera melengkapinya.
Tri mengakui kebijakan pemangkasan produksi nikel merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mendorong kenaikan harga nikel.
"Persetujuan RKAB hampir finish sudah. Untuk nikel ya sekitar 190-200 (juta ton) itu lah," ungkap Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Terkait wacana kebijakan relaksasi kuota produksi yang sempat dilontarkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyusul fluktuasi harga komoditas di pasar global, Tri membenarkan adanya rencana "relaksasi terukur".
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme rinci mengenai pengajuan relaksasi atau revisi RKAB tersebut belum diputuskan oleh kementerian.
Pemerintah berhati-hati dalam memberikan kelonggaran kuota produksi agar tidak mengganggu keseimbangan pasar. Menurut Tri, penambahan produksi yang tidak terkendali justru berisiko memicu kelebihan pasokan (oversupply) yang pada akhirnya akan menekan jatuh harga jual komoditas. "Mekanismenya belum. Jadi enggak ngomong itu dulu. Ini kan supply demand, begitu nanti supply-nya over lagi ya pasti turun lagi," tandasnya.
(fsd/fsd)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456969/original/021534900_1766982759-photo-grid_-_2025-12-29T112228.091.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)