Heboh Warga Ramai-Ramai Murtad Demi Kabur dari Pajak

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Membayar pajak merupakan kewajiban setiap warga negara yang memiliki penghasilan. Namun, di sejumlah negara, beban pajak yang tinggi justru memunculkan berbagai cara untuk menghindarinya, termasuk dengan meninggalkan agama resmi.

Fenomena itu terjadi di Swiss. Negeri yang dikenal memiliki sistem pajak tinggi tersebut kini menghadapi tren meningkatnya warga yang keluar dari gereja demi menghindari kewajiban membayar pajak gereja atau church tax.

Pajak gereja di Swiss dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besarannya bervariasi tergantung wilayah dan pendapatan, umumnya sekitar 1-3% dari penghasilan.

Satu-satunya cara agar terbebas dari pungutan tersebut adalah dengan resmi keluar dari keanggotaan gereja. Akibatnya, jumlah warga yang memilih meninggalkan gereja melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan media lokal Le News, sebanyak 67.497 orang keluar dari Gereja Katolik di Swiss sepanjang 2023. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sekitar 39.517 warga secara resmi meninggalkan gereja Protestan pada periode yang sama. Jika digabungkan, total hampir 100 ribu orang meninggalkan gereja sepanjang 2023.

Data dari Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) menunjukkan wilayah dengan tingkat pengunduran diri tertinggi berasal dari Basel-Stadt, provinsi di Swiss bagian utara. Persentase warga yang keluar dari gereja di wilayah itu mencapai 4,5%.

Basel-Stadt diketahui memiliki sistem administrasi yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja secara resmi sehingga tidak lagi wajib membayar pajak gereja.

Meski data resmi tidak selalu menjelaskan alasan warga keluar dari gereja, laporan Religion Watch menyebut tingkat pengunduran diri cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pajak gereja.

Selain faktor pajak, tren sekularisme dan berbagai skandal di lingkungan rumah ibadah juga disebut menjadi pendorong meningkatnya jumlah warga yang meninggalkan agama.

Survei demografi terbaru bahkan menunjukkan semakin banyak warga Swiss yang mengidentifikasi diri sebagai ateis. Pada 2022, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 34% populasi, mencerminkan perubahan besar dalam lanskap sosial dan keagamaan negara tersebut.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |