Intelijen Korsel Blak-blakan Putri Kim Jong Un Layak Jadi Pewaris

9 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan intelijen Korea Selatan menilai putri remaja pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Ju Ae, kini layak dianggap sebagai calon penerus kekuasaan. Penilaian ini menjadi yang paling kuat sejauh ini terkait meningkatnya peran politik sang anak dalam mempertahankan dinasti keluarga hingga generasi keempat.

Dalam pengarahan tertutup di Majelis Nasional pada Senin (6/4/2026), Direktur Badan Intelijen Nasional (NIS) Lee Jong-seok menyampaikan bahwa putri Kim dapat dipandang sebagai pewaris, merespons pertanyaan anggota parlemen terkait posisinya. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota parlemen Lee Seong Kweun yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Kim Ju Ae dan berusia sekitar 13 tahun, semakin sering muncul mendampingi ayahnya dalam berbagai acara penting sejak akhir 2022. Media pemerintah Korea Utara bahkan menjulukinya sebagai anak yang "paling dicintai" atau "paling dihormati".

Dalam forum tersebut, NIS juga menilai bahwa Kim Yo Jong, yang selama ini dianggap sebagai figur nomor dua di Korea Utara, tidak memiliki kekuasaan substansial.

"Penilaian itu didasarkan pada intelijen yang dapat diandalkan," kata Lee Seong Kweun mengutip paparan NIS, seperti dikutip The Associated Press.

Sebelumnya, pada awal 2024, NIS baru menyebut Kim Ju Ae sebagai calon pewaris. Pada Februari tahun ini, lembaga tersebut meningkatkan penilaian dengan menyebut bahwa ia hampir ditunjuk sebagai pemimpin masa depan.

Namun, sejumlah pengamat meragukan skenario tersebut. Mereka menilai masyarakat Korea Utara yang masih sangat patriarki kemungkinan sulit menerima pemimpin perempuan. Selain itu, Kim Jong Un yang kini berusia 42 tahun dianggap masih terlalu muda untuk menunjuk penerus, karena langkah tersebut berpotensi melemahkan cengkeraman kekuasaannya.

Sejarah Korea Utara menunjukkan kekuasaan selalu diwariskan kepada laki-laki dalam keluarga Kim sejak negara itu berdiri pada 1948. Kim Jong Un sendiri mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya, Kim Jong Il, pada 2011, yang sebelumnya menggantikan pendiri negara, Kim Il Sung.

Belakangan, Kim Ju Ae juga terlihat dalam sejumlah aktivitas militer, termasuk mengendarai tank dan meninjau fasilitas persenjataan bersama ayahnya. NIS menilai kemunculan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kredibilitas militernya sekaligus meredam skeptisisme terhadap kemungkinan pemimpin perempuan di masa depan.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |