Food Summit 2026
Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
27 April 2026 13:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Keracunan pangan menjadi ancaman kesehatan yang berlangsung setiap hari dalam skala besar. Dampaknya tidak hanya memicu jutaan kasus penyakit, tetapi juga menurunkan kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Dampak Ekonomi Keracunan Pangan
Secara global, dampak keracunan pangan mencapai US$ 110 miliar per tahun atau sekitar Rp 1.892 triliun (US$1=Rp 17.200) akibat meningkatnya biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas. Di Indonesia, dampaknya terasa pada level makro melalui kerugian Rp20-30 triliun per tahun.
Sementara itu, kerugian secara langsung sebesar Rp2,4-3,1 triliun per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa dampak keracunan pangan tidak hanya membebani sistem kesehatan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi secara luas.
"Kalau kita lihat Indonesia secara makro, kerugiannya itu bisa kita lihat dari berbagai komponen ya, bukan hanya dari aspek ini tapi juga terkait dengan aktivitas ekonomi yaitu ada UMKM ditutup, lalu ekspor ditolak, pariwisata drop, juga produktivitas tenaga kerja turun," tutur Nani Hendiarti, Deputi Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).
Dampak Kesehatan Keracunan Pangan
Pangan yang tidak aman menjadi salah satu penyebab utama beban penyakit yang terus terjadi setiap hari. Melansir dari WHO, rata-rata sekitar 1,6 juta orang jatuh sakit akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi, menunjukkan bahwa risiko ini bersifat masif dan berulang.
Tidak hanya itu, lebih dari 200 jenis penyakit dapat ditimbulkan, mulai dari gangguan ringan seperti diare hingga penyakit serius seperti kanker.
Dampak paling fatal terjadi pada kelompok rentan, khususnya anak-anak, di mana sekitar 340 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari akibat penyakit bawaan pangan.
Data ini menegaskan bahwa keracunan pangan bukan sekadar masalah kesehatan individu, melainkan ancaman sistemik yang berdampak luas terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Pentingnya Menjaga Keamanan Pangan
Menurut UU Pangan No 18 Tahun 2012, keamanan pangan diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi
(mae/mae)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456969/original/021534900_1766982759-photo-grid_-_2025-12-29T112228.091.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457851/original/077752400_1767061479-IMG_2967_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)