Kota dengan Harga Bensin Termahal di Dunia, Tembus Rp70.000 per Liter

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga energi global akibat perang di Timur Tengah kini mulai terasa tajam di pusat keuangan Asia, Hong Kong. Kota semi-otonom di bawah China itu mencatatkan harga bensin tertinggi di dunia.

Penduduk Hong Kong saat ini harus membayar bensin setara RON 95 US$4,106 per liter atau sekitar Rp70.000, menjadikannya bahan bakar termahal secara global. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya harga energi setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan perang terhadap Iran, yang kemudian mendorong krisis energi bersejarah.

Bahkan sebelum konflik tersebut, Hong Kong memang secara konsisten mencatat harga bensin tertinggi di dunia. Perang yang melibatkan negara-negara Teluk penghasil minyak, serta penutupan efektif jalur pengiriman minyak dan gas penting di Selat Hormuz, mendorong harga minyak global melonjak selama sebulan terakhir.

Kenaikan ini sangat terasa bagi Hong Kong dan ekonomi Asia lain yang sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah yang diangkut melalui selat tersebut.

Meski pemilik mobil pribadi hanya sekitar 8,4% dari total populasi 7,5 juta jiwa, berdasarkan data Departemen Transportasi Hong Kong, para ekonom memperingatkan harga bensin yang sangat tinggi dapat memicu inflasi dan meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya merambat ke sektor lain.

Pemimpin kota, John Lee, bulan lalu menyampaikan kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dan berjanji memantau fluktuasi harga secara ketat. Untuk saat ini, pasokan energi kota disebut tetap aman karena Hong Kong memperoleh sekitar 80% produk minyaknya dari daratan China.

"Dengan keuntungan memiliki dukungan kuat dari tanah air, Hong Kong mampu mempertahankan pasokan energi yang stabil di tengah kekurangan energi di banyak wilayah dan kota di seluruh dunia," katanya, dikutip dari CNN International, Sabtu (4/4/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, media lokal melaporkan makin banyak pemilik kendaraan memilih mengisi bahan bakar di daratan China, di mana harga bensin bisa hanya sepertiga dari harga di Hong Kong.

Jason Kan, konsultan komersial independen yang mengendarai mobil hatchback kompak, mengatakan biaya pengisian bahan bakar meningkat 15% bahkan dengan diskon keanggotaan.

"Kenaikan 15% jelas berdampak besar, karena harga bahan bakar di Hong Kong sudah dimulai dari basis yang sangat tinggi, menyumbang porsi yang relatif besar dari pendapatan rata-rata penduduk Hong Kong, terutama dibandingkan dengan Taiwan dan Jepang," katanya.

Ia menambahkan harga tinggi tersebut menjadi insentif tambahan bagi warga Hong Kong untuk bepergian ke kota-kota di daratan China seperti Shenzhen, yang dalam beberapa tahun terakhir menarik semakin banyak pengunjung dari Hong Kong dengan biaya belanja dan makan yang lebih murah.

"Ini bisa membebani ekonomi Hong Kong secara signifikan," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Liu, seorang pengemudi pengantar makanan yang hanya menyebutkan nama belakangnya. Ia mengatakan kenaikan harga bahan bakar membuat pekerjaannya dengan sepeda motor menjadi kurang menguntungkan. "Harga minyak untuk mengantar makanan meningkat tetapi bayaran tidak," katanya.

Harga bensin yang sangat tinggi, ditambah biaya parkir dan biaya registrasi kendaraan yang mahal, membuat kepemilikan mobil di Hong Kong menjadi salah satu yang terendah di antara kota-kota besar dunia dan ekonomi maju. Namun, kota ini juga memiliki jaringan transportasi publik yang luas dan berkualitas tinggi.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |