MA AS Batalkan Tarif Dagang Trump, Ini Respons Pengusaha RI

9 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie merespons putusan Mahkamah Agung (MA) AS yang membatalkan kebijakan tarif yang dibuat oleh Presiden Donald Trump.

Menurutnya, kebijakan itu sudah diduga sebelumnya dan tidak membuat khawatir mengganggu perdagangan dua negara.

"Dengan adanya keputusan dari Supreme Court Itu tentu sesuatu yang sempat sudah diduga bisa terjadi, Tapi tidak membuat justru lebih jelek buat Indonesia, karena semuanya itu kan sifatnya relatif," kata Anindya Bakrie, di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Sebelumnya, pemerintah memastikan bahwa perjanjian RI - AS tetap berproses usai putusan Supreme Court AS. Artinya, masih ada kesepakatan yang berlaku dari hasil negosiasi, seperti pembebasan tarif impor untuk komoditas unggulan Indonesia.

Anindya melihat bahwa Amerika akan melakukan pekerjaan rumahnya untuk mengatur peraturan yang akan diterapkan usai putusan MA itu.

Namun, dari hasil negosiasi yang dilakukan, menurutnya Indonesia mendapatkan hasil yang tidak buruk. Bahkan, menurutnya, cenderung lebih baik dari negara-negara lain yang sudah melakukan kesepakatan dengan AS sebelumnya.

"Tapi Indonesia saya rasa tidak akan dapat lebih jelek daripada sebelumnya, dan tidak akan lebih jelek daripada negara yang sebelumnya Juga tidak lebih bagus daripada kita," katanya.

Anindya menjelaskan bahwa dari kesepakatan yang dibuat, Indonesia mendapatkan akses pasar 0% untuk 1.819 produk tertentu di AS. Hal itu menguntungkan karena eksportir dari Indonesia bakal dikenakan tarif serendah-rendahnya, untuk produk kakao, kopi, dan minyak sawit.

Selain itu, dari kesepakatan dengan AS, Indonesia juga mendapatkan tarif 0% untuk produk yang sering dikonsumsi seperti kedelai, gandum, kapas.

"Saya yakin perdagangan dengan Amerika Hasilnya itu akan positif dan banyak barang-barang yang diimpor dari Amerika seperti kedelai, kapas, maupun juga gandum Itu hal-hal yang memang kita butuhkan. Yang penting kan dari kita adalah harganya terjangkau. Nah kalau harganya 0% ya artinya buat konsumen kita tentunya harganya murah Kalau saya lihat sih seperti itu," kata Anindya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |