Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
05 May 2026 14:10
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh solid pada kuartal I-2026.
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,87%.
Namun, secara kuartalan atau quarter-to-quarter (qoq), ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77%. Pada kuartal I-2026, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun, sementara PDB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.447,7 triliun.
BPS menyebut pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik.
Foto: BPS - Sumber pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 (yoy)
Jika dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar terhadap PDB. Komponen ini memberi andil 2,94% dari total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61%.
Sumber pertumbuhan berikutnya berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan andil 1,79%, konsumsi pemerintah 1,26%, serta komponen lainnya 0,77%.
Sementara itu, net ekspor menjadi penahan laju ekonomi karena memberi andil negatif 1,15%, seiring pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor.
Besarnya andil PMTB salah satunya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, penambahan jumlah SPPG memberi dampak positif terhadap PMTB karena terdapat aktivitas konstruksi fisik di dalamnya.
"Pertumbuhan jumlah SPPG ini berdampak positif terhadap pembentukan modal tetap bruto karena ada konstruksi fisik di situ. Pada triwulan I-2026, sampai dengan Maret 2026 terhadap Desember 2025, terjadi penambahan SPPG baru sebanyak 6.737 unit," ujar Amalia dalam konferensi pers BPS, Senin (5/5/2026).
Amalia menambahkan, investasi SPPG tersebut dicatat BPS sebagai bagian dari belanja modal, baik untuk pembangunan dapur maupun penyediaan alat-alat pendukungnya.
"Investasi SPPG ini kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur dan penyediaan alat-alat dapur serta belanja alat modal lainnya. Jadi, yang masuk ke dalam PMTB itu selain bangunan dapurnya, juga alat-alat dapur dan alat modal lainnya," kata Amalia.
Foto: BPS - distribusi dan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran
Selain itu, sorotan besar juga datang dari konsumsi pemerintah. Komponen ini mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan komponen pengeluaran lainnya.
Pada kuartal I-2026, konsumsi pemerintah melonjak 21,81% yoy. Meskipun, pengeluaran pemerintah hanya berkontribusi sekitar 6,72% dari pertumbuhan PDB.
Kenaikan ini jauh melampaui konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52%, PMTB 5,96%, ekspor 0,90%, konsumsi LNPRT 6,28%, dan impor 7,18%.
Lonjakan belanja pemerintah tersebut tidak lepas dari percepatan belanja negara pada awal tahun.
BPS menjelaskan, kenaikan ini didorong oleh realisasi belanja pegawai, terutama pembayaran gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) pada periode Ramadan dan Lebaran.
Selain itu, dorongan juga datang dari belanja barang dan jasa, terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data Kementerian Keuangan memperkuat gambaran tersebut. Realisasi belanja negara pada kuartal I-2026 mencapai Rp815 triliun, melonjak 31,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp620,3 triliun.
Foto: Kemenkeu
Salah satu pendorong utama lonjakan tersebut adalah belanja untuk program MBG. Realisasi belanja barang untuk program ini melesat dari sekitar Rp700 miliar pada kuartal I-2025 menjadi Rp54,4 triliun pada kuartal I-2026.
Selain itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, dampak MBG mulai terlihat pada sejumlah sektor usaha. Salah satunya adalah sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh tinggi pada kuartal I-2026.
"Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14% karena MBG dan libur nasional," ujar Amalia dalam konferensi pers BPS, Senin (5/5/2026).
Dampak program MBG juga terlihat dari sisi konstruksi, terutama terkait pembangunan infrastruktur pendukung program tersebut.
"Konstruksi tumbuh sejalan dengan peningkatan realisasi anggaran belanja modal pemerintah, peningkatan aktivitas konstruksi swasta, salah satunya karena SPPG dan Kopdes, serta meningkatnya bahan baku konstruksi," kata Amalia.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466588/original/088902800_1767849017-downloadgram.org_332402203_1591030664710492_5944447955525017518_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)