Miris! Baru 30% UMKM Punya Akses Kredit di Bank

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Akses pembiayaan perbankan ke usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM saat ini dinilai masih sulit. Ini tercermin dari jumlah unit usaha UMKM yang mampu mendapatkan akses baru sekitar 30%.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil menteri UMKM Helvi Yuni Moraza saat memberi sambutan di acara Dialog Menuju Kesejahteraan Antar Generasi di kantor Kementerian Bappenas, Jakarta pada Senin (7/4/2026).

"Pada aspek pembiayaan dimana hingga saat ini baru sekitar 30,5% UMKM yang mengakses kredit perbankan," ungkapnya.

Hal ini menurutnya menjadi salah satu penghambat UMKM untuk naik kelas selain akses untuk kemitraan global, pemanfaatan teknologi dan standarisasi UMKM yang belum optimal.

Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto sebelumnya mengungkapkan ada dua alsan mengapa UMKM sulit mendapatkan pembiayaan perbankan.

Pertama, terhalang oleh sistem perbankan mengenai kolateral atau aset. Ketiadaan aset membuat perbankan enggan memberikan pinjaman ke UMKM.

"Kita selama ini, masih berbasis kolateral atau aset. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari. Ketika kita mengajukan kredit di bank, pas pertama kali ditanya adalah kolateralnya apa? Artinya, saat ini lending (pemberian dana) itu sebagian besar masih terhalang pada kolateral yang berbasis aset," ujarnya dikutip pada Selasa (7/4/2026).

Kedua adalah UMKM tidak memiliki riwayat kredit yang menjadi informasi kelayakan peminjaman oleh bank.

"Jadi ketika kemudian seseorang tidak mempunyai credit history, tidak mempunyai aset, tapi dia punya informasi yang lain, penggunaan telepon, e-commerce, penggunaan utilitas, kemampuan membayar pajak-pajak, itu dapat dirangkaikan untuk menggambarkan profil seseorang," kata Joko

"Jadi ketika seseorang tidak dapat di capture profilnya hanya karena dia tidak mempunyai riwayat kredit, kasihan dong dia, kasihan mereka tidak punya credit history, kasihan mereka tidak punya aset, akses pembiayaannya (menjadi) berhenti," tambahnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) penyaluran kredi UMKM pada Februari 2026 senilai Rp1.485 triliun atau terkoreksi 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara rinci, kredit usaha mikro tercatat Rp659,5 triliun. Sementara kredit usaha kecil dan menengah tercatat Rp492,5 triliun atau turun 1,5% yoy dan Rp488,1 triliun atau melemah 1% yoy.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |