Jakarta, CNBC Indonesia - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan batas usia maksimal pendaftaran dari 35 menjadi 42 tahun. Kebijakan ini diambil untuk memperluas jumlah calon prajurit di tengah tantangan perekrutan dalam beberapa tahun terakhir.
Mengutip The Guardian, perubahan tersebut tertuang dalam pembaruan Peraturan Angkatan Darat AS 601-210 yang diterbitkan pada 20 Maret dan mulai berlaku efektif pada Senin, 20 April. Aturan ini mencakup Angkatan Darat Reguler, Cadangan, hingga Garda Nasional.
"Pemuda yang lebih tua merupakan sumber potensial rekrutan yang krusial dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," tulis laporan RAND Corporation pada 2023.
Tak hanya soal usia, militer juga melonggarkan aturan lain. Salah satunya dengan menghapus kewajiban pengajuan pengecualian bagi pelamar yang memiliki satu riwayat pelanggaran terkait kepemilikan mariyuana atau perlengkapan narkoba.
Langkah ini berkaitan erat dengan tekanan dalam memenuhi target perekrutan. Data pemerintah menunjukkan Angkatan Darat AS sempat gagal mencapai target pada 2022 dan 2023, dengan kekurangan masing-masing sekitar 25% dan 23%.
Meski target kembali tercapai pada 2024 dan 2025, masalah belum sepenuhnya teratasi. Perekrutan untuk Cadangan bahkan tercatat gagal memenuhi target selama enam tahun berturut-turut.
Komando Perekrutan Angkatan Darat AS menyebut sejumlah faktor menjadi penyebab, mulai dari perubahan pasar tenaga kerja, rendahnya minat generasi muda, hingga persoalan kesehatan seperti obesitas dan gangguan mental.
Tren juga menunjukkan usia rekrutan semakin meningkat. Rata-rata usia kini mencapai 22,7 tahun, lebih tinggi dibandingkan dekade 2010-an (21,1 tahun) dan 2000-an (21,7 tahun).
Kondisi ini mencerminkan perubahan demografi sekaligus sikap generasi muda yang lebih berhati-hati terhadap karier militer. Survei sebelumnya mencatat kekhawatiran akan cedera, kematian, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) menjadi alasan utama.
Di sisi lain, kebijakan ini turut disorot karena diumumkan di tengah konflik AS-Israel dengan Iran. Meski tidak dikaitkan langsung, waktu pengumumannya memicu berbagai spekulasi di publik.
Sejumlah analis menilai wacana memperluas usia rekrutmen sebenarnya sudah lama dibahas, jauh sebelum konflik berlangsung. Namun di media sosial, sebagian pihak mengaitkannya dengan potensi kebutuhan tambahan personel militer.
Survei juga menunjukkan generasi muda AS cenderung lebih kritis terhadap intervensi militer di luar negeri. Riset Pew Research Center pada 2024 mencatat kelompok usia 18-29 tahun menjadi satu-satunya yang memandang militer lebih negatif dibanding positif, dengan 53% responden berpandangan negatif.
Secara keseluruhan, militer AS memiliki sekitar 1,32 juta personel aktif. Angkatan Darat menjadi yang terbesar dengan hampir 450.000 anggota, disusul Angkatan Laut lebih dari 334.000 personel.
Angkatan Udara memiliki lebih dari 317.000 anggota, Korps Marinir sekitar 168.000, Penjaga Pantai hampir 42.000, serta Angkatan Luar Angkasa sekitar 9.700 personel.
Dari sisi demografi, sekitar 80% rekrutan Angkatan Darat pada 2025 adalah laki-laki. Sementara itu, proporsi rekrutan kulit hitam dan Latino tercatat lebih tinggi dibandingkan porsi mereka dalam populasi umum.
(tfa/luc)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452691/original/069041600_1766425778-photo-grid_-_2025-12-22T223121.275.jpg)





