Potensi Besar, RI Harusnya Bisa Hasilkan Biometanol 1,6 Juta Ton/Tahun

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia digadang-gadang memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri biometanol berbasis limbah sawit. Pasalnya, dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah produksi biometanol nasional diperkirakan bisa mencapai hingga 1,6 juta ton per tahun.

Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy John Anis mengungkapkan potensi tersebut berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang jumlahnya mencapai sekitar 150 juta ton per tahun secara nasional.

Menurutnya apabila diolah maka potensi POME tersebut dapat dikonversi menjadi sekitar 1,3 hingga 1,6 juta ton metanol per tahun. Angka ini cukup besar untuk mendukung pengembangan energi hijau di dalam negeri.

"Jadi potensinya sangat besar sekitar 150 juta ton per tahun itu bisa kurang lebih kalau kita pakai proses yang kita estimasikan mungkin bisa menghasilkan sekitar 1,3 sampai 1,6 juta ton metanol per tahun. Lumayan, lumayan besar," ujar John dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Rabu (22/4/2026).

Adapun, untuk tahap awal pengembangan proyek, kebutuhan bahan baku masih relatif kecil yakni sekitar 1 juta ton POME dalam skala proof of concept.

Meski begitu, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi terutama terkait rantai pasok bahan baku. Ia menilai sumber POME tersebar di sekitar 800 pabrik kelapa sawit yang lokasinya banyak berada di daerah terpencil seperti Sumatera dan Kalimantan.

"Keseluruhan dari sekitar 800 pabrik yang nah ini tantangannya yang lumayan challenging adalah tempatnya itu di remote location dan mencar-mencar. Kita kan tahu itu kan dimana ada perkebunan sawit di Sumatera, di Kalimantan tapi itu kan daerahnya terpencil," katanya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |