Tanah longsor di wilayah utara Peru memaksa ratusan warga mengungsi setelah pergerakan tanah mengancam permukiman dan lahan pertanian. Otoritas setempat melaporkan sebanyak 172 orang terdampak dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat (17/4/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/EL DORADO GOVERNMENT)
Pergerakan tanah terjadi di bagian atas sebuah dusun di provinsi El Dorado. Pemerintah provinsi menyebut kondisi tersebut membuat sejumlah bangunan, termasuk sekolah prasekolah dan beberapa rumah warga, tidak lagi layak huni. (Tangkapan Layar Video Reuters/EL DORADO GOVERNMENT)
Selain merusak bangunan, pergerakan tanah juga menimbulkan risiko berkelanjutan bagi seluruh penduduk. Hingga kini, tanah longsor dilaporkan masih terus bergerak sehingga meningkatkan potensi bahaya lanjutan. (Tangkapan Layar Video Reuters/EL DORADO GOVERNMENT)
Pemerintah daerah telah mengevakuasi 172 warga dari 52 keluarga ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi untuk sementara ditampung di kompleks olahraga di kota San José de Sisa. (Tangkapan Layar Video Reuters/EL DORADO GOVERNMENT)
Laporan awal sempat menyebut adanya garis patahan sebagai penyebab bencana. Namun, Kepala Institut Geofisika Peru, Hernando Tavera, membantah hal tersebut. Ia menjelaskan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu membuat tanah menjadi jenuh air. Kondisi ini menyebabkan tanah kehilangan kestabilan dan akhirnya bergeser akibat pengaruh gravitasi. (Tangkapan Layar Video Reuters/EL DORADO GOVERNMENT)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452691/original/069041600_1766425778-photo-grid_-_2025-12-22T223121.275.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)





