Bendera Iran terlihat di antara puing-puing Universitas Teknologi Sharif, Teheran, Selasa (7/4/2026), setelah serangan rudal merusak pusat data kecerdasan buatan dan fasilitas penting kampus tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Kantor berita WANA Iran melaporkan bahwa rudal tersebut mengenai area kampus dan menyebabkan kerusakan pada pusat data serta infrastruktur utama yang mendukung kegiatan riset dan akademik. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Seorang mahasiswa mengatakan kepada WANA bahwa serangan itu menghancurkan pusat data kampus dan fasilitas penting lainnya, sehingga mengganggu aktivitas pendidikan dan penelitian di universitas tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Masjid di kompleks Universitas Teknologi Sharif menjadi satu-satunya bangunan yang hanya mengalami kerusakan ringan akibat serangan udara. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Sebuah buku tergeletak di antara reruntuhan bangunan Universitas Teknologi Sharif yang rusak akibat serangan udara. Rektor Universitas Sharif pada Selasa mengutuk serangan tersebut dan menegaskan bahwa ilmu pengetahuan serta peradaban Iran akan tetap bertahan meskipun menghadapi serangan militer. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengancam akan membalas serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya di platform X, ia menulis, “Para agresor akan melihat kekuatan kita”, sementara Menteri Sains Iran menuduh sekitar 30 universitas telah menjadi target serangan dalam konflik yang sedang berlangsung. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)