Prabowo Geram Bunga Kredit Mikro 24% Tapi Pengusaha Besar Dapat 9%

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto geram melihat adanya ketimpangan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro. Dia mengkritisi perihal bunga kredit Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang dinilai memberatkan hingga 22%-24%.

Oleh karena itu, Prabowo memerintahkan agar bunga kredit untuk pelaku usaha mikro ini turun hingga di bawah 10%. Hal ini, menurut Prabowo, akan dijalankan oleh Menteri Keuangan dan Danantara.

"Tadinya bunganya itu 24%, 22%, saya perintahkan harus turun di bawah 10%. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara, "Sudah Pak 8%." Delapan lagi. Mana itu Danantara itu? Ya, pokoknya di bawah," ujarnya, dikutip Senin (18/5/2026).

Prabowo mengaku tidak terima jika pengusaha besar bisa mendapatkan bunga kredit hingga 9%, sementara ibu-ibu rumah tangga di kampung-kampung mendapatkan bunga 24%.

"Nggak benar itu. Kita ubah!" tegasnya.

Dia memastikan pemerintah akan menyediakan kredit dengan bunga relatif murah. Sebelumnya, Prabowo juga telah mengecam perihal bunga tinggi PNM ini.

Prabowo terkejut mengetahui bahwa debitur PNM Mekaar dengan besaran kredit Rp 2 juta - Rp 10 juta dikenakan bunga hingga 24%, seharusnya bunganya di bawah 10%. Bunga PNM Mekaar ini padahal banyak dimanfaatkan oleh usaha mikro kecil.

Dia menilai perlakukan ini tidak adil, karena pengusaha besar bisa meminjam ke perbankan dengan bunga 10%. Oleh karena itu, dia mengumpulkan para menteri dan memberikan tugas khusus ke Menteri Keuangan dan CEO Danantara.

"Berapa Pak Rosan 9%? banyak orang kaya dikasih 9%, orang miskin 24%. Ini negara Pancasila bukan ini? saya gak paham. saya kumpul menteri-menteri. Menteri keuangan dan Danantara saya instruksikan ini keputusan politik, saya ambil bahwa bunga untuk permodalan masyarakat madani kredit keluarga pra sejahtera, dari 24% kita turunkan harus di bawah 10%, harus di bawah 9%," tegas Prabowo.

"Harus di bawah 9%. Danantara bisa?" tanya Prabowo kepada Rosan yang hadir di seremoni tersebut.

CEO Danantara pun menyanggupi 8%. Prabowo pun balik bertanya: "Berapa persen? 8%? Kamu sengaja pilih angka 8, kamu kenapa enggak 7%? Ya udah pokoknya harus di bawah 9%."

Prabowo merasa tidak terima orang kurang mampu membayar bunga lebih besar dari orang kaya. Dia tidak ingin melihat praktik tidak adil seperti ini yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |