Purbaya Beberkan 10 Perusahaan CPO Terindikasi Transfer Pricing

6 hours ago 10

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan seluruh perusahaan kelapa sawit mentah (CPO) yang masuk dalam sampel pemeriksaan Kementerian Keuangan terindikasi melakukan praktik transfer pricing melalui ekspor.

Transfer pricing adalah penetapan harga dalam transaksi antara perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan istimewa atau terafiliasi.

Menurut Purbaya, sampel tersebut diambil dari 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia dengan metode acak terhadap dokumen pengapalan ekspor.

"Saya ambil 10 terbesar, semuanya melakukan hal itu. Jadi boleh dipastikan semuanya melakukan hal itu. Jadinya saya random," ujar Purbaya di kompleks DPR/MPR, Senin (25/5/2026).

Adapun, indikasi transfer pricing ditemukan setelah Kementerian Keuangan menyelidiki harga ekspor barang dari Indonesia dengan harga barang yang sama di negara tujuan.

Sayangnya, Purbaya tidak bisa memastikan berapa kerugian dari perusahaan-perusahaan yang melakukan transfer pricing tersebut. Dia hanya menilai potensi kerugian negara bisa sangat besar jika seluruh transaksi ekspor diperiksa secara menyeluruh. "Ya pasti lebih besar, karena kan itu hanya sedikit, hanya tiga kapal," kata Purbaya.

Menurut Purbaya, 10 perusahaan masih dalam penyelidikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung telah bergerak merespons temuan Purbaya.

Purbaya belum mau mengungkap daftar nama 10 eksportir yang kedapatan melakukan praktik culas. Namun, ia menekankan, selain CPO, juga ada perusahaan Batu bara yang akan diusut Kejagung dan BPKP karena melakukan praktik manipulasi harga ekspor.

"Nanti kalau sudah beres ya, kita enggak akan bunuh perusahaannya. Cuman kita minta mereka melakukan, khususnya yang seharusnya. Tapi nanti dengan adanya penjual tunggal tadi harusnya aman," tegas Purbaya.

10 perusahaan yang ia temukan dari hasil random sampling itu melakukan permainan ekspor dengan memanfaatkan perusahaan cangkang di Singapura. Modusnya, mencantumkan harga CPO yang murah ke negara tujuan, namun mengubah harga jualnya saat setelah memasuki wilayah Singapura.

"Kirim ke Singapura, pakai perusahaan trading, mana perusahaannya dia sendiri. Dari sini ke sana, ke tujuannya dengan harga yang dua kali lipat atau lebih. Ada yang 200%, ada yang 4 kali lipat. Jadi gitu," ucap Purbaya.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |