Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
21 May 2026 19:10
Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden RI Prabowo Subianto resmi mengumumkan pembentukan BUMN Khusus Ekspor untuk mengelola ekspor komoditas strategis Indonesia seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan ferro alloy.
Dalam pidato Sidang Paripurna DPR RI,Prabowo menyebut pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). BUMN pengelola ekspor ini bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Penjualan semua hasil Sumber Daya Alam Indonesia mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara dan besi fero alloy wajib dilakukan penjualannya melalui BUMN Khusus ekspor tersebut.
Melalui aturan ini, seluruh penjualan ekspor komoditas strategis wajib dilakukan lewat BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Pemerintah menilai langkah tersebut diperlukan untuk memperketat pengawasan perdagangan SDA sekaligus menekan praktik manipulasi ekspor seperti under invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor.
Dunia banyak mempertanyakan kebijakan Indonesia ini karena dinilai terlalu sentralistis. Kebijakan ini juga bisa berdampak besar terhadap pasokan batu bara dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dunia mengingat besarnya kontribusi Indonesia dalam dua komoditas tersebut.
CPO
USDA melaporkan Indonesia masih menjadi raksasa utama minyak sawit dunia. Pada periode produksi 2025/2026, produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan mencapai 46,7 juta metrik ton. Angka itu setara 57% dari total produksi global yang diproyeksikan sebesar 81,27 juta ton. Artinya, lebih dari separuh minyak sawit dunia berasal dari Indonesia.
Malaysia berada di posisi kedua dengan produksi 20,2 juta ton atau sekitar 25% pasar global. Setelah itu jaraknya langsung melebar ke Thailand yang hanya memproduksi 3,9 juta ton.
Dominasi Indonesia juga terlihat dari luas areal panen. USDA mencatat luas kebun sawit Indonesia mencapai sekitar 14 juta hektare pada 2025/2026, terbesar di dunia. Malaysia berada di kisaran 5,6 juta hektare.
Nigeria sekitar 3,2 juta hektare. Basis lahan yang sangat besar membuat Indonesia menjadi penentu utama keseimbangan pasokan minyak nabati global. Ketika produksi sawit Indonesia turun akibat cuaca atau kebijakan domestik, harga minyak nabati dunia biasanya langsung bergerak naik.
Dalam sepuluh tahun terakhir, tren produksi sawit Indonesia terus meningkat. Rata-rata produksi periode 2016-2025 berada di level 42,52 juta ton dengan pertumbuhan tahunan sekitar 3%. Pada 2024/2025 produksi tercatat 45,5 juta ton dan diproyeksikan naik lagi menjadi 46,7 juta ton pada 2025/2026. Kenaikan tersebut datang di tengah moratorium perluasan lahan baru dan tekanan global terhadap isu deforestasi. Karena itu, pertumbuhan produksi kini lebih banyak ditopang produktivitas kebun dan program peremajaan tanaman.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan produksi CPO dan PKO nasional sepanjang 2025 mencapai 56,55 juta ton, naik 7,18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 52,76 juta ton.
Kenaikan terbesar datang dari pemulihan produksi CPO yang mencapai 51,66 juta ton. Pada saat bersamaan, konsumsi domestik juga meningkat menjadi 24,77 juta ton. Penyerapan terbesar datang dari biodiesel yang melonjak hampir 11% menjadi 12,7 juta ton setelah implementasi program B40.
Kebijakan biodiesel membuat struktur industri sawit Indonesia berubah cukup besar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar tambahan produksi kini langsung diserap pasar domestik untuk kebutuhan energi. GAPKI mencatat konsumsi biodiesel setara lebih dari separuh total konsumsi sawit dalam negeri. Kondisi ini membuat pasokan ekspor lebih ketat dan menopang harga global tetap tinggi.
Meski begitu, ekspor sawit Indonesia tetap sangat besar. GAPKI mencatat total ekspor produk sawit Indonesia sepanjang 2025 mencapai 32,34 juta ton dengan nilai US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun.
Nilai tersebut naik hampir 30% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan harga global dan meningkatnya volume ekspor produk olahan. Ekspor terbesar masih berasal dari minyak sawit olahan yang mencapai 22,7 juta ton.
Di dalam negeri, industri sawit juga menghadapi persoalan produktivitas dan legalitas lahan. GAPKI menyebut sekitar 41%-42% kebun sawit Indonesia dikelola petani kecil. Sebagian masih menggunakan bibit non-sertifikasi dengan produktivitas rendah. Pemerintah mendorong program replanting melalui BPDP agar produktivitas meningkat tanpa membuka lahan baru.
Foto: GAPKI
Batu bara
Posisi batu bara Indonesia di pasar global juga masih sangat dominan.
Laporan International Energy Agency (IEA) dalam Coal 2025: Analysis and Forecast to 2030 menyebut Indonesia tetap menjadi eksportir batu bara terbesar dunia. Namun pada 2025, produksi batu bara Indonesia diperkirakan mulai turun untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 akibat melambatnya perdagangan batu bara global dan penurunan impor dari China.
Meski begitu, ketergantungan banyak negara Asia terhadap batu bara Indonesia masih sangat tinggi, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik dan industri.
IEA memperkirakan konsumsi batu bara global pada 2025 mencapai 8,85 miliar ton, tertinggi sepanjang sejarah. China masih menjadi pusat utama pasar batu bara dunia dengan konsumsi sekitar 4,95 miliar ton atau sekitar 56% konsumsi global. India berada di posisi kedua dengan konsumsi sekitar 1,3 miliar ton.
Di kawasan Asia Tenggara, permintaan batu bara juga terus meningkat, terutama dari Indonesia dan Vietnam, seiring pertumbuhan pembangkit listrik dan kawasan industri berbasis logam.
Kondisi ini membuat batu bara Asia masih menjadi tulang punggung energi kawasan meski transisi energi terus berjalan.
Bagi Indonesia, perubahan pasar China menjadi faktor paling menentukan. IEA mencatat impor batu bara China dan India mulai turun pada 2025 karena produksi domestik meningkat dan stok energi cukup besar.
Dampaknya langsung terasa pada ekspor Indonesia. Dalam laporan tersebut disebutkan ekspor batu bara Indonesia turun hampir 50 juta ton sepanjang 2025, terbesar di dunia. Tekanan datang ketika harga batu bara global juga melemah setelah lonjakan besar saat krisis energi 2022.
Harga thermal coal di Asia sepanjang 2025 turun sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Foto: EIA
Meski tekanan pasar mulai terlihat, prospek batu bara Indonesia belum benar-benar surut dalam jangka pendek. IEA memperkirakan permintaan batu bara Asia Tenggara masih tumbuh lebih dari 4% per tahun hingga 2030. Indonesia dan Vietnam menjadi motor utamanya karena kebutuhan listrik industri terus meningkat.
Dalam konteks itu, pembentukan BUMN Khusus Ekspor memberi pemerintah ruang lebih besar untuk mengawasi volume ekspor, harga jual, hingga devisa hasil ekspor batu bara yang selama ini menjadi salah satu sumber utama penerimaan perdagangan Indonesia.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494769/original/017852300_1770340983-IMG_4607_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503685/original/018522300_1771207869-IMG_5126_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495267/original/070964000_1770362176-collage-1770361735577.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489964/original/003837400_1769954351-Web_Photo_Editor__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496238/original/049857200_1770516142-SnapInsta.to_628251077_18560930053012162_3184567118963434244_n.jpg)