Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi China Alibaba memperkenalkan prosesor 5 nanometer Xuantie C950 generasi berikutnya. Chip AI itu diklaim sebagai yang paling canggih di dunia.
Chip server 3,2 GHz dibangun dengan arsitektur chip RISC-V sumber terbuka. Alibaba menyebut chip barunya sebagai yang berkinerja tertinggi di dunia dan tiga kali lebih cepat dari pendahulunya Xuantie C920.
"Sifat standar terbuka RISC-V memungkinkan desainer chip menyesuaikan set instruksi dan mempercepat beban kerja AI tertentu tanpa atau dengan biaya lisensi yang rendah," kata postingan blog perusahaan, dikutip dari Reuters, Rabu (25/3/2026).
"Ini penting untuk pengembangan agen AI," Alibaba menambahkan.
Peluncuran chip baru ini menandakan persegeran Alibaba ke pasar AI. Industri yang kian berkembang beberapa tahun lalu ini dipercaya bisa menambah pendapatan perusahaan.
Seri Xuantie Alibaba endiri memang berfokus pada sistem cloud yang berkinerja tinggi dan agen AI.
Selain itu, Alibaba juga telah meluncukan platform AI bernama Wukong pekan lalu. Platform ini mengoptimalkan alur kerja agen AI, di saat banyak masyarakat China yang mengadopsoi OpenClaw.
Platform dipercaya bisa menjalankan organisasi bisnis yang kompleks dengan otomatis bagi usaha kecil dan menengah.
Alibaba juga telah menata ulang beberapa tim yang berfokus pada AI awal bulan ini. Tim baru ini berada di bawah Alibaba Token Hub untuk berfokus pada pembangunan platform kerja AI bagi perusahaan.
Sebelumnya, Nvidia telah mengumumkan chip generasi terbaru yang diberi nama Vera Rubin. CEO Jensen Huang mengklaim Vera Rubin mampu melipatgandakan kinerja kecerdasan buatan (AI) secara signifikan.
Chip tersebut disebut mampu memberikan kemampuan komputasi AI hingga lima kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, khususnya untuk chatbot dan aplikasi AI skala besar.
Platform Vera Rubin terdiri dari enam chip terpisah Nvidia. Server andalannya akan membawa 72 GPU dan 36 CPU generasi terbaru. Menurut Huang, chip-chip ini dapat dirangkai dalam sistem besar atau "pod" yang berisi lebih dari 1.000 chip, memungkinkan peningkatan efisiensi pembuatan "token", unit dasar dalam sistem AI, hingga 10 kali lipat.
"Inilah cara kami dapat menghadirkan lompatan kinerja yang begitu besar, meskipun jumlah transistor kami hanya 1,6 kali lebih banyak," ujar Huang, dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu.
(dem/dem)
Addsource on Google

















































