Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten energi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memastikan rencana pembelian kembali saham (buyback) tidak akan menggerus porsi saham publik dan tetap memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan bursa.
Manajemen menegaskan, aksi korporasi tersebut telah dihitung secara cermat agar struktur kepemilikan dan likuiditas saham tetap terjaga. Mengacu pada komposisi kepemilikan per 28 Januari 2026, sebelum buyback, jumlah saham tercatat RAJA mencapai 4,22 miliar saham dengan porsi free float sebanyak 1,04 miliar saham atau setara 24,67%.
Sekretaris Perusahaan RAJA, Yuni Pattinasarani, dalam keterbukaan informasi seperti dikutip, Selasa (24/2/2026), menjelaskan bahwa Perseroan telah melakukan simulasi atas rencana buyback senilai Rp250 miliar.
Dengan asumsi seluruh saham hasil buyback dicatat sebagai saham treasury, maka jumlah saham treasury diperkirakan mencapai 54,47 juta saham.
"Setelah pelaksanaan buyback, jumlah saham free float Perseroan menjadi 988,43 juta saham atau sekitar 23,38%," ujar Yuni.
Dengan komposisi tersebut, porsi saham publik RAJA tetap berada jauh di atas ketentuan minimum free float sebesar 7,5% yang berlaku saat ini, bahkan masih melampaui potensi kenaikan batas minimum menjadi 15% sebagaimana rencana per ubahan Peraturan Bursa Nomor I -A oleh Bursa Efek Indonesia.
(ayh/ayh)
Addsource on Google











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397493/original/081793800_1761810055-SnapInsta.to_569525283_18402218281189970_8523425264511917268_n.jpg)





