Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
24 February 2026 14:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Meksiko tengah menghadapi tekanan berat di dalam negeri seiring memanasnya eskalasi kekerasan yang terkait kartel narkoba.
Situasi ini mencuat setelah operasi militer pemerintah Meksiko yang dilaporkan menewaskan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes yang dikenal sebagai El Mencho.
Kondisi tersebut memicu aksi balasan oleh anggota kartel di berbagai wilayah di Meksiko. Pihak otoritas pun mencatat serangan balasan itu meluas dari wilayah Utara hingga Selatan Meksiko, yang ditandai dengan aksi pembakaran tempat usaha, kendaraan, hingga memblokade ratusan jalan di puluhan negara bagian.
Gelombang kekerasan tersebut meningkatkan kekhawatiran baik masyarakat Meksiko sendiri maupun dari internasional. Tak terkecuali, para investor dan pelaku pasar global yang memiliki kepentingan di dalam negeri Meksiko.
Meningkatnya risiko keamanan dalam negeri bisa cepat berubah menjadi gangguan aktivitas perekonomian, mulai dari mobilitas pekerja, distribusi logistik, hingga operasional bisnis di kota-kota Meksiko.
Dalam kondisi seperti ini, penting bagi kita untuk mengetahui seberapa kuat sebenarnya kondisi fundamental ekonomi Meksiko terakhir paling tidak hingga awal tahun 2026 ini.
1. Pertumbuhan Ekonomi Meksiko
Ekonomi Meksiko sebetulnya baru saja menunjukkan perbaikan di penghujung tahun lalu. Hal ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025 yang mampu tumbuh 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi ekspansi terkuat dalam lebih dari satu tahun. Dari sisi mesin pertumbuhan, sektor industri dan konstruksi Meksiko serta sektor Jasa sama-sama menopang kenaikan. Sementara itu, sektor primer tercatat masih tertekan.
Sinyal pemulihan juga tampak dari aktivitas ekonomi bulanannya. Berdasarkan data badan statistik Meksiko yakni INEGI (Instituto Nacional de Estadística y Geografía) aktivitas ekonomi Desember 2025 naik 0,4% dibandingkan bulan sebelumnya, setelah sempat mengalami pelemahan di November.
Adapun, pertumbuhan ekonomi Meksiko tumbuh 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025. Sementara, secara setahun penuh di sepanjang 2025 ekonomi Meksiko mampu tumbuh 0,6% yoy.
2. Inflasi Meksiko
Tekanan harga di Meksiko masih berada di kisaran 3%. Terbaru, pada Januari 2026 inflasi tahunan tercatat 3,79%, naik dibanding Desember 2025 yang sebesar 3,69%.
Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya biaya jasa dan harga pangan, namun laju inflasi masih berada dalam rentang toleransi bank sentral.
Meski demikian, tekanan pada inflasi inti masih relatif tinggi. Inflasi inti yang mengecualikan komponen harga paling bergejolak mencapai 4,52% dan menjadi bulan kesembilan berturut turut bertahan di atas 4%. Dari sisi bulanan, inflasi Januari naik 0,38% dibanding bulan sebelumnya.
3. Suku Bunga Meksiko
Adapun, kebijakan moneter bank sentral Meksiko (Banco de México) terakhir memilih untuk menahan suku bunga acuannya. Pada awal Februari ini, Banxico mempertahankan target suku bunga overnight interbank nya di level 7,00% yang menegaskan jeda pemangkasan suku bunga dilakukan karena penilaian terhadap prospek kenaikan harga atau inflasi di Meksiko saat ini yang masih tinggi.
Sekaligus tengah melihat bagaimana perkembangan kurs nilai tukar mata uang nya.
Dengan inflasi yang masih cenderung tinggi, kebijakan bank sentral Meksiko pun memberi sinyal bahwa pelonggaran moneter tidak akan agresif dalam waktu dekat, walau ruang penyesuaian tetap terbuka bila inflasi kembali melandai.
4. Tingkat Pengangguran Meksiko
Pasar tenaga kerja Meksiko masih terlihat cukup terjaga karena tingkat pengangguran yang rendah. Data terakhir dari INEGI menunjukkan tingkat pengangguran pada Desember 2025 berada di 2,6%.
Meski demikian, rendahnya pengangguran tidak otomatis berarti kualitas pekerjaan sepenuhnya kuat. INEGI mencatat tingkat setengah menganggur pada Desember 2025 sebesar 6,2%, yang menggambarkan masih ada pekerja yang ingin menambah jam kerja atau mengambil pekerjaan tambahan karena jam kerja yang ada belum mencukupi.
Tantangan lain yang menonjol adalah besarnya porsi pekerjaan informal. Tingkat informalitas tenaga kerja pada Desember 2025 mencapai 54,6%, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 53,7%. Artinya, lebih dari separuh pekerja Meksiko berada di sektor informal yang umumnya lebih rentan terhadap guncangan pendapatan dan minim perlindungan kerja.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397493/original/081793800_1761810055-SnapInsta.to_569525283_18402218281189970_8523425264511917268_n.jpg)





