Sekali Jalan Bisa Rp50 Juta, WNI Berburu Klinik ke Luar Negeri

7 hours ago 7

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

03 May 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Pagi di bandara Kuala Lumpur. Koper kecil, jadwal padat, satu nama klinik sudah dikunci sejak di Jakarta. Perjalanan ini singkat, tapi nilainya besar.

Melansir BPS rata-rata orang Indonesia yang keluar negeri untuk urusan kesehatan dan kecantikan menghabiskan US$3.340 per perjalanan atau mendekati Rp50 juta.

Angka itu berdiri jauh di atas motif lain. Liburan berada di kisaran US$1.354. Perjalanan bisnis sekitar US$1.789. Selisihnya lebar dan konsisten di seluruh sampel survei.

Kenaikan belanja di segmen ini juga paling cepat. Dalam satu tahun, pertumbuhannya dua digit. Arus uang terkonsentrasi pada perjalanan dengan tujuan spesifik prosedur medis, tindakan estetika, atau paket perawatan yang sudah dijadwalkan sebelum berangkat. Tiket dan hotel hanya bagian kecil dari total biaya. Inti pengeluaran ada di layanan yang dibeli di negara tujuan. Dalam struktur belanja, komponen kesehatan menyerap lebih dari US$2.400 per perjalanan.

Kelompok usia 35-44 tahun menjadi tulang punggung, sekitar sepertiga dari total perjalanan di segmen ini. Lalu di belakangnya, usia 25-34 tahun dengan porsi hampir sama.

Lebih dari setengah adalah lulusan sarjana. Hampir sepertiga sudah menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Di tempat kerja, dominasi ada di level manajerial. Lebih dari separuh pelaku berada di kelompok ini.

Kecantikan sebagai produk langsung muncul dalam angka kecil, kurang dari US$10 per perjalanan. Fokus utama ada pada prosedur, bukan konsumsi kosmetik ringan.

Kelompok di bawah 25 tahun mencatat pengeluaran tertinggi untuk kategori kecantikan dalam komponen belanja perjalanan, sekitar US$32 per trip. Nilainya turun di usia 25- 44 tahun, lalu kembali naik di atas 44 tahun. Di saat yang sama, pengeluaran untuk kesehatan meningkat seiring bertambahnya usia, mencapai puncak di kelompok di atas 44 tahun.

Sementara laki-laki mengambil porsi sekitar 60% dari total perjalanan di kategori ini.

Untuk kebutuhan ini nampaknya Malaysia menjadi tujuan favorit. Sekitar 7% perjalanan ke negara itu terkait langsung dengan kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Nilai belanja medisnya mencapai US$2.844 per trip.

Biaya perjalanan ke sana relatif rendah. Durasi singkat, bahasanya serumpun, dan kuliner yang mirip dengan selera lidah Indonesia, sistem layanannya sendiri sudah terbentuk.

Kombinasi ini menciptakan efisiensi di luar biaya inti, memberi ruang lebih besar pada pengeluaran medis itu sendiri.

Jika perjalanan ini dibedah lebih rinci, pengeluaran terbesar ada pada tindakan medis.

Di luar itu, biaya penunjang mengikuti, akomodasi sekitar US$293, makan minum US$188, belanja pribadi sekitar US$130.

Perjalanan ke luar negeri terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada tahun 2025 tercatat sebanyak 9.165.894 perjalanan, meningkat 2,45 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, khususnya pasca pandemi Covid-19 . Pertumbuhan konsisten ini menandakan pemulihan sektor pariwisata luar negeri dan meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian ke lintas negara.

Setiap perjalanan membawa rata-rata belanja yang tinggi, dan untuk segmen ini nilainya berada di lapisan atas. Sebagian besar pengeluaran terjadi di luar negeri. Porsi yang dibelanjakan di dalam negeri sebelum dan setelah perjalanan berada di bawah 10%.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |