Selain Ikan Sapu-Sapu, Ini Daftar Spesies Ikan yang Berbahaya di RI

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena maraknya ikan sapu-sapu di berbagai perairan Indonesia kini jadi perhatian serius. Pemerintah bersama masyarakat mulai melakukan pengendalian bahkan pemusnahan, karena spesies ini dinilai mengancam keseimbangan ekosistem air tawar.

Ikan sapu-sapu yang berasal dari Amerika Selatan dikenal sebagai spesies invasif. Mengacu pada data US Fish and Wildlife Service, ikan ini mampu menyebar cepat dan bertahan di kondisi air ekstrem, termasuk dengan kadar oksigen rendah.

Masalahnya, daya tahan tinggi tersebut justru membuat ikan ini sulit dikendalikan. Selain berkembang biak dengan cepat, ikan sapu-sapu juga memiliki kebiasaan menggali dasar perairan yang dapat merusak struktur sungai dan mempercepat sedimentasi.

Melansir Badan Karantina Indonesia, ikan sapu-sapu masuk dalam kategori spesies asing invasif yang berpotensi merugikan lingkungan. Populasinya yang masif membuat ikan ini bersaing dengan ikan lokal dalam memperebutkan makanan dan habitat.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya predator alami, sehingga ikan sapu-sapu bisa mendominasi perairan dan menekan populasi ikan asli.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menetapkan daftar spesies ikan lain yang dinilai membahayakan. Aturan ini tertuang dalam Permen KKP Nomor 19/PERMEN-KP/2020 yang melarang pemasukan, pembudidayaan, hingga peredaran ikan tertentu.

Dalam regulasi tersebut, tercatat setidaknya 75 jenis ikan yang masuk kategori berbahaya atau merugikan. Beberapa di antaranya:

1. Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.)
2. African tigerfish (Hydrocynus spp.)
3. Arapaima (Arapaima gigas)
4. Midas cichlid (Amphilophus citrinellus)
5. Red devil cichlid (Amphilophus labiatus)
6. Peacock bass (Cichla spp.)
7. Piranha (Pygocentrus spp.)
8. Belut listrik (Electrophorus electricus)
9. Ikan buntal (Tetraodontidae)
10. Crayfish (Cherax spp.)
dll

Sejumlah spesies tersebut dinilai berbahaya karena memiliki karakter predator, membawa racun atau biotoksin, hingga berpotensi melukai manusia. Selain itu, keberadaannya juga dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan jika tidak dikendalikan.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |