Tidak Bisa Dibilang Rentan, Ini Fakta UMKM RI Strong

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat penting dalam mendorong perekonomian, khususnya di tengah tantangan global saat ini. Mengingat kontribusi UMKM sangat besar dalam menjaga perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

Besarnya peran UMKM membuat pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemerataan dan ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan. Di sisi lain, UMKM juga telah terbukti dan teruji dalam menghadapi gejolak sejak krisis tahun 1998 dan 2008.

"UMKM kita sedikit yang berkaitan dengan ekspor impor. Pasar mereka domestik, bahan baku juga sebagian besar dari dalam negeri. Maka tidak ayal, ketika krisis global 1997-1998, UMKM masih bisa bertahan meskipun banyak juga yang gulung tikar," ungkap Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda kepada CNBC Indonesia Jumat (17/4/2026).

Nailul bahkan memaparkan dalam banyak kasus, UMKM turut menjadi "penyelamat" dari korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari industri besar. Mereka banyak berdagang untuk bisa memenuhi kebutuhan.

"Sampai sekarang, 55% lebih proporsi ekonomi Indonesia, dihasilkan dari UMKM. Pekerja banyak juga diserap oleh UMKM," jelas dia.

Hal serupa juga disampaikan Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah. Dia menilai peran UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil (UMK), sangat besar terhadap perekonomian Indonesia, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

"Usaha mikro kecil atau UMK disebut tahan banting tahan krisis karena hampir tidak ada barrier to entry, sehingga selalu ada UMK baru yang muncul bahkan di tengah krisis," kata dia Piter.

Secara individual, menurut Piter, UMK cenderung rentan atau tidak tahan banting dan setiap waktu mengalami kebangkrutan. Namun pada saat yang sama, muncul UMK-UMK baru yang menggantikan UMK yang tumbang tersebut.

"Oleh karena itu secara agregat UMK seperti tidak terganggu. Ini alasan disebut UMK itu tahan krisis," tegas dia.

Atas dasar tersebut, maka kemampuan UMKM untuk mampu terus beradaptasi dengan kondisi perekonomian membuatnya menjadi segmen usaha paling tangguh di Tanah Air. Untuk diketahui UMKM masih memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan persebaran daerah terpencil, wilayah pedesaan, dan kawasan pinggiran kota, UMKM menyerap tenaga kerja lokal, membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan di tingkat desa atau kelurahan.

Berdasarkan data BPS, jumlah UMKM tercatat ada sebanyak 65,5 juta unit usaha. Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto tercatat sebesar 61,9% dan menjadikan UMKM sebagai penyumbang terbesar dalam proses pembentukan output nasional. Skala kontribusi ini menggambarkan bahwa kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah bukan sekadar pelengkap roda ekonomi, melainkan fondasi dari aktivitas produksi di berbagai sektor.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |