Trump Kasih Bocoran Beberapa Kabar Baik dari Iran

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah pengumuman Iran yang membuka Selat Hormuz dengan beberapa syarat dan ketentuan, Presiden AS Donald Trump mengumbar tambahan "kabar baik" dari Teheran. Hal ini menunjukkan optimisme untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.


Kendati demikian, Trump tidak memperinci apa saja kabar baik tersebut. Ia juga menegaskan gencatan senjata yang segera berakhir dengan Iran kemungkinan tidak akan diperpanjang jika tidak ada kesepakatan lebih lanjut.

Diketahui, Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara waktu, setelah tercapai gencatan senjata antara Israel dengan Lebanon yang dimediasi AS.

Kendati demikian, pernyataan selanjutnya dari kedua belah pihak menimbulkan ketidakpastian tentang seberapa cepat pengiriman dapat kembali normal melalui jalur minyak global tersebut.

"Sepertinya semuanya berjalan sangat baik di Timur Tengah dengan Iran," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada Jumat (17/4) malam waktu setempat, saat kembali ke Washington dari Phoenix, Arizona.

"Kami bernegosiasi selama akhir pekan. Saya berharap semuanya berjalan dengan baik. Banyak hal ini telah dinegosiasikan dan disepakati. Yang utama adalah Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," Trump mengkaim.

Namun, secara kontras, Trump mengatakan pihaknya mungkin akan mengakhiri gencatan senjata dengan Iran, kecuali kesepakatan jangka panjang untuk mengakhiri perang berhasil disetujui kedua pihak. Ia juga menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut.

AS dan Israel memulai perang dengan Iran pada 28 Februari 2026. Perang selama tujuh minggu itu telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan lonjakan harga minyak karena penutupan Selat Hormuz.

Trump mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak pembicaraan langsung antara Iran dan AS pada akhir pekan ini.

Tidak ada tanda-tanda persiapan pada Sabtu (19/4/2026) pagi waktu setempat untuk pembicaraan di ibu kota Pakistan, tempat negosiasi tingkat tertinggi AS-Iran sejak Revolusi Islam 1979 berakhir tanpa kesepakatan akhir pekan lalu.

Mediator utama Pakistan, kepala angkatan darat Marsekal Lapangan Asim Munir, telah mengadakan pembicaraan di Teheran sejak Rabu.

Sebuah sumber Pakistan yang mengetahui upaya mediasi mengatakan pertemuan antara Iran dan AS dapat menghasilkan nota kesepahaman awal, diikuti oleh perjanjian perdamaian komprehensif dalam waktu 60 hari.

Di antara faktor-faktor yang mempersulit, Ketua Parlemen Iran dan negosiator senior, Mohammad Baqer Qalibaf, mem-posting di media sosial bahwa Selat Hormuz "tidak akan tetap terbuka" jika blokade AS berlanjut.

Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi telah mengumumkan di media sosial bahwa selat tersebut terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa gencatan senjata 10 hari yang disepakati pada hari Kamis oleh Israel dan Lebanon, yang diinvasi oleh Israel setelah kelompok militan Hizbullah yang bersekutu dengan Iran bergabung dalam pertempuran.

Data lalu lintas kapal menunjukkan sekitar 20 kapal, termasuk kapal kontainer, kapal pengangkut curah, dan kapal tanker, bergerak melalui Teluk menuju Selat Hormuz pada Jumat (17/4) malam, tetapi sebagian besar akhirnya berbalik, meskipun tidak jelas alasannya. Kelompok tersebut termasuk tiga kapal kontainer yang dioperasikan oleh grup pelayaran Prancis CMA CGM, yang menolak untuk berkomentar.

Namun, sebuah kapal pesiar yang terdampar di Dubai, Celestyal Discovery, berhasil menyeberangi selat dan menuju Oman pada Sabtu pagi, menurut data pelacakan kapal Marine Traffic.

Iran mengatakan bahwa semua kapal yang menyeberangi selat harus berkoordinasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, yang sebelumnya tidak demikian sebelum perang.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah bahwa kapal-kapal militer dan kapal-kapal yang terkait dengan "pasukan musuh" (AS dan Israel) masih tidak diizinkan untuk lewat.

Perusahaan pelayaran mengatakan bahwa mereka akan membutuhkan klarifikasi, termasuk tentang risiko ranjau, sebelum kapal-kapal bergerak melalui titik masuk ke kawasan tersebut.

Angkatan Laut AS memperingatkan para pelaut bahwa ancaman ranjau di beberapa bagian jalur air tersebut belum sepenuhnya dipahami dan mengatakan bahwa mereka harus mempertimbangkan untuk menghindari daerah tersebut.

Update terkini: Iran mengumumkan kembali menutup Selat Hormuz karena perselisihan dengan AS terus berlanjut.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |