Trump Uring-uringan, Negara-Negara Ini Mau Buang Deal Dagang dengan AS

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Uni Eropa (UE) kompak akan mengakhiri kesepakatan perdagangan penting dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini setelah keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan banyak tarif Presiden Donald Trump.

Sikap itu dinyatakan anggota parlemen UE, Senin. Sebelumnya kesepakatan tarif sudah disepakati tahun lalu.

Ketua komite perdagangan Bernd Lange mengadakan pertemuan mendesak para negosiator dan mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan mengusulkan untuk menghentikan sementara pekerjaan legislatif. Ia didukung oleh EPP, kelompok parlemen terbesar, serta blok-blok lainnya.

"Amerika Serikat harus memperbaiki kebijakan perdagangannya, tingkat kekacauan seperti ini tidak serius," kata anggota parlemen UE lain dari kelompok liberal Renew, Karin Karlsbro, dikutip AFP, Selasa (24/2/2026).

Setelah dibatalkan MA AS, Trump akan menaikkan tarif masuk global atas impor ke Amerika menjadi 15%. Namun dalam hukum baru yang dipakai Trump, kebijakan ini akan berlangsung selama 150 hari saja.

Tarif Trump sebelumnya, disebut tarif resiprokal (timbal balik) dengan dasar bea masuk 10-50%, mengacu pada peraturan International Emergency Economic Powers Act of 1977 (IEEPA) untuk mengatasi keadaan darurat. Namun MA menilai aturan yang dipakai tidak memberinya wewenang untuk melakukan itu.

UE Terdiri dari 27 negara. Parlemen Eropa dan Dewan UE memang secara terpisah akan menyepakati posisi masing-masing dan usulan perubahan.

Trump Ngamuk Ancam Jangan Main Api

Sementara itu, Trump mengancam negara-negara pada hari Senin dengan kenaikan tarif baru. Ia berjanji memberi hukuman jika mereka "bermain-main".

Hal ini dilakukan setelah kemunduran kebijakan perdagangannya di hadapan MA. Itu memberikan pukulan telak bagi agenda ekonomi Trump, yang mana tarif telah menjadi senjata utama menekan banyak negara.

"Negara mana pun yang ingin 'bermain-main' dengan keputusan Mahkamah Agung yang konyol, terutama negara-negara yang telah 'Menipu' AS selama bertahun-tahun, dan bahkan puluhan tahun, akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi, dan lebih buruk, daripada yang baru saja mereka setujui," tulis Trump di media sosial.

Trump pun bersikeras dalam unggahan Truth Social terpisah bahwa sebagai Presiden, ia tidak perlu kembali ke Kongres untuk mendapatkan persetujuan tarif. Ia juga mengklaim bahwa pengadilan memberinya "kekuasaan dan kekuatan yang jauh lebih besar" dengan putusannya, dan bahwa ia dapat menggunakan "izin untuk melakukan hal-hal yang benar-benar 'mengerikan' kepada negara-negara asing".

Bea Cukai AS Setop Tarik Tarif

Di sisi lain, dalam pemberitahuan yang diposting Minggu malam, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan akan berhenti memungut tarif yang dibatalkan oleh pengadilan mulai Selasa ini. Namun, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer tetap menyatakan pada akhir pekan bahwa ia mengharapkan para mitra untuk "mendukung" kesepakatan tarif yang telah mereka buat dengan Washington.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |