Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
19 May 2026 10:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga minyak dan energi global mulai memberikan dampak berbeda terhadap sektor industri di Indonesia.
Di satu sisi, sektor berbasis komoditas energi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga. Namun di sisi lain, industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap energi justru menghadapi tekanan biaya produksi yang lebih besar.
Dampak Kenaikan Harga Energi Terhadap Kinerja Suatu Sektor
Foto: Bank Mandiri
Melansir data Bank Mandiri, data di atas menunjukkan dampak kenaikan harga energi terhadap kinerja suatu sektor.
Sektor pertambangan batu bara, minyak bumi, gas, hingga CPO menjadi kelompok yang paling diuntungkan dari kenaikan harga energi global. Selain itu, sektor energi hijau dan perkebunan juga ikut terdorong seiring meningkatnya permintaan dan harga komoditas.
Kenaikan harga energi dinilai mampu meningkatkan pendapatan dan margin perusahaan di sektor penghasil energi, terutama ketika harga minyak dunia dan batubara bergerak naik dalam periode yang cukup panjang.
Kenaikan Harga Minyak dan Energi Pada Sektor Non-Komoditas
Konflik Iran-Israel dan keterlibatan Amerika Serikat memicu lonjakan harga energi sekaligus mengganggu rantai pasok global.
Brent sempat menyentuh level tertinggi US$118,03 per barel pada 29 April 2026, sementara WTI mencapai US$112,95 per barel pada 7 April 2026. Hingga 12 Mei 2026, harga Brent masih berada di level tinggi yakni US$107,89 per barel dan WTI sebesar US$101,51 per barel.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya produksi industri nasional akibat kenaikan biaya energi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan bahan baku.
Sejumlah sektor manufaktur diperkirakan menghadapi tekanan cukup besar, terutama industri listrik, petrokimia, plastik, farmasi, pupuk, dan semen. Dengan asumsi setiap kenaikan harga energi sebesar 10%, biaya produksi sektor listrik diperkirakan naik hingga 9,3%, petrokimia 6,9%, pupuk 6,3%, plastik 6,2%, dan semen 3,8%.
Pelemahan Rupiah Tekan Industri Berbasis Impor
Depresiasi nilai tukar rupiah turut memberikan tekanan terhadap sektor industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor. Pelemahan mata uang menyebabkan biaya impor meningkat, sehingga beban produksi perusahaan menjadi lebih mahal.
Kondisi ini terutama dirasakan oleh industri manufaktur seperti elektronik, farmasi, petrokimia, plastik, hingga otomotif yang masih bergantung pada pasokan bahan baku maupun komponen dari luar negeri. Jika pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang, margin keuntungan perusahaan berpotensi tertekan dan dapat mendorong kenaikan harga produk di tingkat konsumen.
(mae/mae)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478914/original/069460900_1768960257-IMG_3876_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)
