Siap-Siap Pemerintah Bakal Lelang 10 Blok Migas Baru

36 minutes ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menyiapkan penawaran wilayah kerja migas tahap 1 tahun 2026. Adapun WK migas yang bakal ditawarkan setidaknya sebanyak 10 WK migas.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa pembukaan 10 lelang Wilayah Kerja (WK) Migas tersebut rencananya akan dilakukan dalam acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex pada 20-22 Mei 2026.

"Nanti ajalah kita tunggu, yang jelas di seluruh Indonesia ada," ujar Laode saat ditanya sebaran lokasi WK migas yang ditawarkan, ditemui di Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).

Laode menegaskan bahwa 10 WK migas yang akan ditawarkan dalam gelaran IPA tersebut berbeda dengan 10 WK migas yang sudah ditawarkan sebelumnya pada bulan Maret.

"Oh beda, kalau itu kan tahun 2025, ini yang gelombang 1 2026," kata Laode.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai melalui tahap studi mendalam.

Laode mengatakan 10 area ini merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan hingga Februari 2026 dan telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS sehingga memiliki kualitas data yang lebih baik.

"Studi tersebut merupakan bagian dari peran aktif Pemerintah melalui Badan Gelologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas. 10 area tersebut merupakan bagian dari 110 area potensi blok migas baru yang tempo hari dibuka oleh Kementerian ESDM secara luas," ujar Laode dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

Adapun 10 area tersebut, yaitu :
1. RUPAT
2. PURI
3. KARAPAN BARU
4. PESUT MAHAKAM
5. BENGARA II
6. MARATUA II
7. SOUTH MATINDOK
8. LAO-LAO
9. ROMBEBAI
10. NORTHERN PAPUA /JAYAPURA

Laode mengatakan pemerintah juga terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain seperti fiscal terms yang semakin menarik dengan split KKKS hingga 50% (sebelumnya hanya 15-30%).

Kemudian fleksibilitas kontrak migas dimana KKKS dipersilahkan memilih jenis kontrak, baik cost recovery atau gross split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.

"Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi," ujar Laode.

(ven/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |