Bekasi, CNBC Indonesia - PT Jasa Marga (Persero) Tbk membeberkan informasi beberapa titik rawan kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada arus mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono mengatakan di Tol Japek, KM 66 menjadi titik rawan kemacetan karena merupakan titik percabangan antara Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dengan Tol Cipularang.
"Potensi kepadatan bisa terjadi di KM 66, dipicu oleh volume kendaraan yang sangat besar, di mana 57% mengarah ke Trans Jawa dan 42% ke Cipularang," kata Rivan dalam Media Briefing, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, rest area KM 57 menjadi rest area yang berpotensi menjadi rest area teramai karena kendaraan dari Tol Japek Layang/MBZ, baru bisa melakukan istirahat pada rest area ini.
"Rest area KM 57 berpotensi menjadi rest area terpadat dan juga berpotensi menimbulkan kemacetan akibat antrian masuk rest area," lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah, di mana Jasa Marga menyiapkan rest area KM 72 sebagai alternatif jika rest area KM 57 sudah penuh.
"Kami sudah siapkan alternatif, di KM 72, jika rest area KM 57 sudah penuh," ujarnya.
Saat rest area penuh, maka pihaknya akan menutup rest area tersebut dan informasi penutupan sudah bisa terlihat 2 kilometer dari lokasi rest area.
"Begitu KM 57 penuh, ya harus ditutup. Makanya harus ditambahkan alternatifnya, bahwa setelah KM 57 ternyata ada KM 72A gitu. Jadi ada tambahannya. Kalau KM 57 ditutup, itu tidak mungkin hanya dari pintu masuk rest area, tapi kami siapkan 2 km sebelum rest areanya," ucapnya.
Selain menyiapkan rest area alternatif yang berada tak jauh dari rest area yang sudah penuh, Jasa Marga juga menyiapkan rest area yang berada di luar tol.
Rivan pun meminta pengguna tol tidak khawatir jika akan menggunakan rest area alternatif di luar tol, karena masyarakat tidak perlu membayar saat masuk kembali ke tol.
"Kami siapkan juga rest area alternatif di luar tol, sehingga masyarakat bisa keluar tol kalau nggak dapat rest area di dalam tol, dan kemudian masuk kembali dengan tidak adanya perubahan tarif, jadi masyarakat enggak usah cemas gitu ya, bahwa kemudian akan muncul biaya tambahan dan sebagainya, jadi keluar masuk aja," jelasnya.
(hoi/hoi)
Addsource on Google

















































