Canggih! Bulog Mau Bangun 100 Gudang Baru Lebih Hebat-Kalahkan Swasta

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulog mulai tancap gas melakukan transformasi besar-besaran di sektor pengolahan dan penyimpanan pangan. Tak sekadar membangun gudang, Bulog kini menargetkan penggunaan teknologi modern yang diklaim bisa menyaingi bahkan menyamai standar industri swasta.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pihaknya sudah mulai mengadopsi mekanisasi dan otomatisasi dalam fasilitas pengolahan beras di sejumlah sentra produksi.

"Nanti di antara sentra produksi pengolahan beras tersebut, ada yang sudah kami gunakan secara mekanisasi dan otomatisasi. Seperti nggak kalah dengan pabriknya Wilmar lah. Sehingga kita juga akan menuju ke arah seperti itu. Sehingga kemarin juga kami belajar bertransformasi teknologi, harapannya punya-nya negara juga nggak kalah dengan punya-punya swasta," kata Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Langkah modernisasi ini menjadi bagian dari proyek besar Bulog dalam memperkuat infrastruktur pascapanen. Perusahaan pelat merah tersebut menyiapkan investasi jumbo Rp5 triliun untuk membangun 100 unit gudang baru di berbagai daerah.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4,4 triliun difokuskan untuk pembangunan infrastruktur utama. Sementara sisanya, Rp560 miliar, dialokasikan khusus untuk mendukung mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

"Yang paling kecil kapasitasnya 1.000 ton. Kemudian yang paling besar 3.500 ton dan untuk lokasinya berada di 92 kabupaten," ungkap dia.

Tak hanya gudang, Bulog juga akan membangun fasilitas penyimpanan tambahan berupa silo. Totalnya, akan dibangun 94 unit gudang, 6 silo gabah, dan 8 silo jagung guna meningkatkan daya tahan komoditas.

"Dalam proses nanti kami bangun, kami ya untuk sarana penyimpanan gudang, kami gudang 94 unit, silo gabah 6 unit, silo jagung 8 unit. Kalau silo itu untuk menyimpan gabah, silo gabah. Silo jagung itu untuk menyimpan jagung, supaya lebih tahan lama kalau pakai silo," jelasnya.

Pembangunan fasilitas ini juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Untuk daerah kepulauan yang minim produksi, gudang difokuskan sebagai tempat penyimpanan. Sementara di wilayah sentra produksi, fasilitas akan dilengkapi dengan pengering, penggilingan padi (rice milling unit/RMU), hingga pengemasan.

Sebelum pembangunan dimulai, Bulog memastikan seluruh lokasi telah melalui kajian teknis yang ketat, termasuk uji kelayakan tanah dan kemiringan lahan agar mendukung operasional logistik.

"Kan harus kita cek dulu soil test tanah tersebut. Sehingga soil test tanah tersebut kira-kira layak atau tidak untuk dibangun gudang-gudang Bulog ataupun infrastruktur pasca panen. Kemudian juga kondisi kemiringan tanah. Kemiringan tanah juga harus maksimal 3 sampai 5 derajat," pungkas Rizal.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |