Harap Waspada! Usaha Mikro di RI Cs Lemah Literasi Keuangan

4 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - ADB Institute (ADBI) mengungkapkan bahwa literasi keuangan pemilik usaha mikro di kawasan ASEAN jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan besar. Padahal literasi keuangan memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan adopsi keuangan digital di suatu negara.

‎"Dalam penelitian yang mencakup tujuh negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan 10 negara anggota Central Asia Regional Economic Cooperation (CAREC), pemilik usaha mikro dan usaha keluarga yang dikelola sendiri ditemukan memiliki literasi keuangan yang lebih rendah daripada pemilik perusahaan yang lebih besar," berdasarkan laporan ADB Institute dikutip pada Jumat (3/4/2026).

‎ADBI menilai rendahnya literasi keuangan tersebut dapat diterjemahkan sebagai kerentanan atau kemampuan yang lebih lemah untuk mengelola arus kas, mengevaluasi persyaratan pinjaman, atau menanggapi guncangan.

‎Sementara literasi keuangan yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan penggunaan fintech, yang pada gilirannya mendukung keberlangsungan bisnis dan pertumbuhan penjualan.

‎Menurut ADBI dalam laporannya, bagi banyak perusahaan kecil, manfaat fintech bukanlah inovasi itu sendiri, melainkan kecepatan dan kepastian, seperti pembayaran tepat waktu, pelacakan pendapatan, penganggaran untuk persediaan, dan pemisahan keuangan bisnis dan rumah tangga.

‎"Data menunjukkan bahwa mendukung usaha kecil di wilayah ini membutuhkan lebih dari sekadar kredit murah atau internet yang lebih baik," tulis ADBI.

‎Menurut ADBI, kondisi tersebut membutuhkan upaya serius untuk membangun kemampuan melalui pelatihan, kepercayaan, dan alat yang menyederhanakan pengambilan keputusan tanpa menyembunyikan risiko.

‎ADBI menyarankan bahwa program literasi keuangan dipadukan dengan sosialisasi penggunaan serta dampak secara nyata dalam bisnis tersebut. Misalnya pelatihan yang terkait dengan upah, pengiriman uang, pembayaran sekolah, asuransi mikro, atau kebutuhan modal kerja.

‎"Jelas bahwa keuangan digital dapat menjadi mesin pertumbuhan dan inklusi yang ampuh, tetapi hanya ketika orang memahami alat dan layanan yang ditawarkan kepada mereka dan merasa cukup percaya diri dan berdaya untuk menggunakannya."

(ras/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |