Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Iran Vs AS yang mengerek harga minyak dunia diramal akan berdampak pada potensi kenaikan harga BBM sehingga dapat mendorong lonjakan inflasi dan tekanan nilai tukar Rupiah.
Economist CNBC Indonesia, Maesaroh menyebutkan penguatan Dolar Indeks hingga ke level 100 mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak perang dan kembali memborong Dolar AS. Efeknya Rupiah dan mata uang di Asia anjlok berjamaah.
Selain itu kondisi ini juga membuat yield obligasi negara yakni SBN akan ikut melonjak sehingga akan mengancam kenaikan beban utang pemerintah.
lalu seperti apa daya tahan APBN dalam menghadapi dampak perang Timur Tengah? bagaimana dampaknya terhadap ekonomi RI? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 30/03/2026)
Add
source on Google

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)