India Mendadak 'Serang' Emas dan Perak, Ada Apa?

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah India resmi menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%. Langkah agresif ini dilakukan untuk menekan impor logam mulia dan menjaga stabilitas mata uang rupee.

Kebijakan anyar itu diumumkan pemerintah pada Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Tarif baru terdiri dari bea masuk dasar 10% dan Pajak Infrastruktur serta Pembangunan Pertanian (AIDC) sebesar 5%.

"Seperti yang diperkirakan, pemerintah telah menaikkan bea masuk untuk menekan defisit transaksi berjalan. Namun, ini dapat memengaruhi permintaan, karena harga emas dan perak sudah tinggi," ujar Sekretaris Nasional Asosiasi Emas dan Perhiasan India, Surendra Mehta, seperti dikutip Reuters.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran membengkaknya impor emas yang membebani cadangan devisa dan memperlebar defisit perdagangan negara tersebut. India sendiri merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia setelah China dan hampir seluruh kebutuhan emas domestiknya dipenuhi lewat impor.

Kenaikan tarif diperkirakan bakal menekan permintaan emas dan perak di pasar domestik India. Namun di sisi lain, kebijakan itu dinilai bisa membantu mempersempit defisit transaksi berjalan sekaligus menopang nilai tukar rupee yang menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk di Asia tahun ini.

Langkah pemerintah India ini juga muncul setelah Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya meminta masyarakat menahan pembelian emas selama setahun demi melindungi cadangan devisa negara. Permintaan emas di India memang melonjak tajam dalam beberapa waktu terakhir, terutama untuk kebutuhan investasi.

Lonjakan itu dipicu reli harga emas global dan kinerja pasar saham yang mengecewakan sepanjang setahun terakhir. Dewan Emas Dunia sebelumnya melaporkan arus masuk dana ke ETF emas di India melonjak 186% secara tahunan pada kuartal Maret menjadi rekor 20 metrik ton.

Sebelum menaikkan tarif impor, pemerintah India juga lebih dulu mengenakan pajak barang dan jasa terpadu (IGST) sebesar 3% untuk impor emas dan perak. Kebijakan itu sempat membuat bank-bank menghentikan impor logam mulia selama lebih dari satu bulan.

Akibat berbagai kebijakan pengetatan tersebut, impor emas India pada April anjlok ke level terendah dalam hampir 30 tahun. Meski begitu, kebijakan baru ini memunculkan kekhawatiran lain, yakni bangkitnya kembali praktik penyelundupan emas yang sebelumnya mereda setelah India memangkas tarif impor pada pertengahan 2024.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |