Negara Pertumbuhan dan Penurunan Populasi Tercepat di Dunia, Ada RI?

8 hours ago 6

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia

11 April 2026 19:10

Jakarta, CNBC Indonesia - Selama 25 tahun terakhir, beberapa negara mengalami peningkatan populasi lebih dari tiga kali lipat. Namun, ada juga negara yang mengalami penurunan tajam penduduknya, yang mengubah perekonomian dan masyarakat mereka.

Kawasan Teluk Persia mendominasi peringkat pertumbuhan, tetapi bukan karena angka kelahiran yang tinggi, melainkan adanya gelombang pendatang dari negara lain.

Qatar memimpin dunia dengan peningkatan populasi yang mencengangkan sebesar 423%, tumbuh dari sekitar 594.000 menjadi 3,1 juta. UEA menyusul di angka 250%, sementara Bahrain tumbuh 154%, Kuwait 139%, dan Oman 129%.

Lonjakan ini hampir seluruhnya didorong oleh migrasi tenaga kerja dari negara lain. Proyek konstruksi besar-besaran, utamanya infrastruktur energi seperti ekspansi minyak dan gas, dan upaya diversifikasi ekonomi yang lebih luas telah menarik jutaan pekerja asing ke wilayah ini selama dua dekade terakhir.

Di luar wilayah Teluk, populasi yang tumbuh paling cepat terkonsentrasi di Afrika sub-Sahara, seperti Guinea Ekuatorial yang tumbuh 167%, Niger 157%, dan Papua Nugini 150%.

Ada negara lainnya yakni Angola 140%, Chad 127%, Republik Demokratik Kongo 122%, Burundi 124%, Uganda 120%, dan Zambia 120%. Semuanya mengalami peningkatan populasi lebih dari dua kali lipat. Tingkat kesuburan yang tinggi dan peningkatan layanan kesehatan secara bertahap telah mendukung pertumbuhan pesat di seluruh wilayah tersebut.

Keruntuhan Populasi Eropa Timur

Sebaliknya, sebagian besar Eropa Timur mengalami penurunan populasi yang berkelanjutan. Pertama Bulgaria, di mana penduduknya berkurang 23%, Latvia menurun 22%, Moldova turun 19%, dan Lithuania turun 18%. Keempat negara tersebut telah kehilangan sekitar seperlima atau lebih dari populasi mereka sejak 2000.

Namun, Ukraina menjadi yang paling besar, dengan penurunan penduduknya mencapai 33%, kehilangan sekitar 16 juta jiwa, dari 48,7 juta penduduk pada 2000, menjadi sekitar 32,9 juta pada 2025. Bersama dengan faktor ekonomi jangka panjang, perang dengan Rusia telah mempercepat penurunan populasi Ukraina.

Setelah aksesi Uni Eropa membuka perbatasan bagi ekonomi Eropa Barat dengan upah lebih tinggi, emigrasi usia kerja meningkat pesat. Hal ini memperparah angka kelahiran yang sudah rendah di seluruh wilayah tersebut, menciptakan tekanan demografis yang menyebabkan banyak negara ini memiliki populasi yang menua dan menyusut.

Bahkan negara-negara yang lebih besar seperti Polandia penduduknya telah berkurang 5% dan tentunya Jepang, saat ini mengalami penuaan populasi, karena regenerasi kaum pemudanya cenderung minim. Penduduk asli Jepang telah menurun 3% dan kini di negara tersebut sudah mulai banyak kaum pendatang.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)

Read Entire Article
Photo View |