Pandangan Warren Buffet Soal Uang Tunai: Bukan Aset Ideal

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan, Warren Buffett kembali menegaskan pandangan mengenai uang tunai. Meski penting dimilik, namun menurutnya itu bukan aset investasi yang ideal untuk jangka panjang.

Ketika Warren Buffet mundur dari jabatannya sebagai CEO Berkshire Hathaway akhir 2025 lalu, perusahaan itu menyimpan cadangan uang tunai yang besar. Bershire melaporkan lebih dari US$ 370 miliar dalam bentuk setara kas pada pembukuan akhir tahun, yang sebagian besar ditempatkan dalam Treasury Bills.

Dalam wawancara bersama CNBC International, Becky Quick, Buffet mengatakan bahwa besaran kas itu bukan semata karena dirinya menjadi lebih konservatif di usia senja. Tapi dia menilai kondisi eksternal pasar sulit menemukan peluang investasi yang layak untuk menggunakan tumpukan kas itu.

"Ini lebih karena kondisi eksternal," kata Buffet, dalam program dokumenter "Warren Buffet: A Life and Legacy".

Buffet mengatakan dia sebenarnya lebih suka menempatkan uangnya untuk bekerja menghasilkan lebih banyak uang. Meskipun kas yang dimiliki perusahaan menghasilkan sedikit bunga. Dia lebih menyukai investasi produktif seperti saham yang dapat tumbuh, bahkan melampaui tingkat inflasi.

"Pada tingkat tertentu uang tunai memang diperlukan, tapi cash bukanlah aset yang baik," kata Buffet.

Ia menambahkan bahwa uang tunai ibarat oksigen bagi portofolio investasi. Mudah diperoleh dan penting, meskipun tidak terlalu menarik. Pada dasarnya, Buffett suka menyimpan sejumlah kas untuk membayar kewajiban serta sebagai "amunisi" jika ada peluang akuisisi yang menarik.

Cara Memegang Uang Tunai ala Buffet

Dilema uang tunai yang dihadapi Warren Buffet memang tidak selalu relevan bagi investor sehari-hari. Karena tidak banyak orang memiliki uang dari pada yang bisa mereka investasikan secara demikian.

Namun, pendekatan "Oracle of Omaha" dalam mengelola uang tunai sebenarnya sejalan dengan apa yang sering direkomendasikan oleh banyak penasihat keuangan kepada klien mereka.

Yang menarik, Buffet tidak semerta-merta pindahkan atau memindahkan keamanan asetnya menjadi uang tunai atau obligasi, ketika pasar saham terlalu mahal atau ada kekhawatiran pasar akan jatuh. Meskipun posisi kas Bershire terus meningkat karena dia dan timnya menunggu peluang investasi yang menarik. Buffet berkali-kali menegaskan bahwa dia lebih memilih tetap berinvestasi.

"Para pemegang saham Berkshire dapat yakin bahwa kami akan selalu menempatkan sebagian besar uang mereka di saham. Terutama saham Amerika, meskipun banyak di antaranya memiliki operasi internasional yang signifikan," tulis Buffett dalam suratnya kepada pemegang saham tahun 2024.

"Berkshire tidak akan pernah lebih memilih memiliki aset setara kas dibandingkan memiliki bisnis yang baik, baik yang kami kuasai sepenuhnya maupun yang hanya sebagian kami miliki."

Dalam surat tersebut, Buffett juga menulis bahwa periode inflasi yang tinggi di masa lalu sering kali menggerus nilai uang tunai dan membuat obligasi tertinggal. Sebaliknya, bisnis yang dapat diinvestasikan biasanya "akan menemukan cara untuk bertahan menghadapi ketidakstabilan moneter selama barang atau jasa mereka tetap dibutuhkan oleh masyarakat," tulisnya.

Secara umum, Buffett mendorong investor untuk berinvestasi secara rutin dengan portofolio yang terdiversifikasi luas dalam jangka panjang.

"Secara konsisten belilah reksa dana indeks berbiaya rendah yang mengikuti S&P 500," kata Buffett kepada CNBC pada 2017.

"Menurut saya, itu adalah hal yang paling masuk akal hampir sepanjang waktu."

Meski demikian, sejumlah uang tunai tetap penting karena tidak ada seorang pun bahkan Buffett, yang tahu apa yang akan terjadi dalam jangka pendek.

"Saya mungkin sudah membaca setiap buku di perpustakaan umum, tetapi saya tidak menemukan jawaban tentang apa yang akan dilakukan pasar saham minggu depan, bulan depan, atau tahun depan," kata Buffett kepada Becky Quick.

Karena itu, penasihat keuangan biasanya menyarankan investor individu untuk membangun dan mempertahankan dana darurat berupa uang tunai setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dengan begitu, jika terjadi keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan atau tagihan medis tak terduga, anda tetap dapat menjaga kondisi keuangan secara keseluruhan tetap stabil.

(emy/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |